KARAKTERISTIK PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI PASCASALIN PADA PESERTA JAMPERSAL DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA

Sinta Dwi Aprilia, - and Ratna Prahesti, - (2013) KARAKTERISTIK PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI PASCASALIN PADA PESERTA JAMPERSAL DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA. Kebidanan, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
Sinta Dwi Aprilia_1310097_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (Abstrak & Intisari)
Sinta Dwi Aprilia Abstrak.pdf

Download (32kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk di Indonesia saat ini semakin tinggi. Salah satu upaya pemerintah untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan mengadakan Jaminan Persalinan (Jampersal). Kebijakan penggunaan Jampersal diarahkan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan kontrasepsi tetap (KONTAP). Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUD Panembahan Senopati, didapatkan bahwa dari 303 pasien jampersal baru 71 pasien memakai IUD dan 20 melakukan MOW. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul karakteristik pengguna alat kontrasepsi pascasalin pada peserta Jampersal di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik penggunaan alat kontrasepsi pascasalin pada peserta Jampersal berdasarkan pendidikan, umur, paritas, dan pekerjaan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan data mengambil dari rekam medik pasien. Populasi menggunakan pasien yang memakai alat kontrasepsi pascasalin sebanyak 91 pasien. Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu 91 pasien. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil Penelitian: Pada peserta jampersal menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 71 (78.0%) responden dan menggunakan MOW sebanyak 20 (22.0%) responden. Pada pengguna IUD mayoritas berusia 20-35 tahun sebanyak 52 (73.2%), berpendidikan SLTA sebanyak 32 (45.1%), multipara sebanyak 38 (53,5%), dan responden yang tidak bekerja sebanyak 38 (53.5%). Pada penguna MOW mayoritas berusia 20-35 tahun sebanyak 10 (50.0%), berpendidikan SLTA sebanyak 10 (50.0%), multipara sebanyak 17 (85.0%), dan responden yang bekerja sebanyak 11 (55.0%). Kesimpulan: Peserta Jampersal hanya menggunakan alat kontrasepsi IUD dan MOW. Mayoritas pengguna alat kontrasepsi pascasalin berusia 20-35 tahun, berpendidikan terakhir SLTA, memiliki paritas multipara, untuk pengguna IUD mayoritas tidak bekerja sedangkan pengguna MOW mayoritas memiliki pekerjaan. Diharapkan bagi bidan di RSUD Panembahan Senopati untuk meningkatkan upaya promotif kepada pasien tentang alat kontrasepsi pascasalin.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: Dosen Pembimbing: Ratna Prahesti S.S.T
Uncontrolled Keywords: Jampersal, pengguna alat kontrasepsi pascasalin
Subjects: B Kebidanan (klasifikasi berdasar topik peminatan) > BB Keluarga Berencana(KB)
Divisions: Program Studi > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 11 Jul 2018 07:42
Last Modified: 11 Jul 2018 07:42
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/1566

Actions (login required)

View Item View Item