GAMBARAN PENYEBAB KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO PADA TAHUN 2012

Wahyu Widayati, - and Tyas Ning Yuni Astuti Anggraini, - (2013) GAMBARAN PENYEBAB KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO PADA TAHUN 2012. Kebidanan, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
Wahyu Widayati_1311253_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (668kB)
[img]
Preview
Text
Wahyu Widayati_abstrak.pdf

Download (18kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram. Setiap tahun di Indonesia 4,5 juta bayi dilahirkan, 517.000 (11,5%) bayi lahir dengan BBLR. Angka kematian neonatal 19/1000 kelahiran hidup (Prove rawati, 2010). Angka kejadian di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain yaitu berkisar antara 9%-30%, hasil studi di 7 daerah multisenter diperoleh angka BBLR dengan rentang 2,1%-17,2%. Secara nasional berdasarkan analisis lanjut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka BBLR sekitar 7,5%, sedangkan di puskesmas Sapuran tahun 2012, dari 1086 ibu bersalin terdapat angka kejadian BBLR ada 51 kasus. Banyak faktor yang menyebabkan BBLR diantaranya faktor ibu, faktor janin, faktor placenta serta faktor lingkungan. Dari data diatas dapat diambil kesimpulannya bahwa penyebab bayi berat lahir rendah (BBLR) yang dominan adalah umur ibu saat melahirkan kurang dari 20 tahun. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian BBLR di Puskesmas Sapuran pada tahun 2012. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan meggunakan data sekunder yang ada di catatan medik puskesmas sapuran pada tahun 2012. Hasil Penelitian : Hasil penelitian dari 51 kasus disebabkan oleh penyakit komplikasi kehamilan: anemia 12 kasus (23,53%) dan hipertensi 8 kasus (15,69%), umur ibu 18 kasus (35,29%), riwayat kehamilan gemeli 4 kasus (7,84%), keadaan sosial ekonomi 8 kasus (15,69%), sebab lain: perokok 1 kasus (1,96%). Kesimpulan: Hasil penelitian kasus terbanyak disebabkan umur ibu yaitu 18 kasus (35,29%) dan paling sedikit karena sebab lain (perokok) 1 kasus (1,96%). Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bidan dan petugas kesehatan lebih meningkatkan perannya dalam memberikan informasi tentang umur yang ideal untuk hamil dan melahirkan.

Item Type: Tugas Akhir
Additional Information: Dosen Pembimbing: Tyasning Yuni Astuti A, S.ST. M. Kes
Uncontrolled Keywords: Kejadian BBLR
Subjects: B Kebidanan (klasifikasi berdasar topik peminatan) > BL Bayi Baru Lahir (BBL)
Divisions: Program Studi > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jul 2018 03:48
Last Modified: 25 Jan 2019 06:40
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/1682

Actions (login required)

View Item View Item