GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 7 SAMPAI 24 BULAN BERDASARKAN PEMBERIAN ASI (AIR SUSU IBU) EKSLUSIF DI DESA BEJIHARJO KECAMATAN KARANGMOJO KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Dessy Twosilowati, - (2015) GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 7 SAMPAI 24 BULAN BERDASARKAN PEMBERIAN ASI (AIR SUSU IBU) EKSLUSIF DI DESA BEJIHARJO KECAMATAN KARANGMOJO KABUPATEN GUNUNGKIDUL. UNSPECIFIED. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Dessy Twosilowati_1112077_nonfull resize.pdf

Download (180kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Hasil SDKI tahun 2013 menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menunjukkan angka yang relatif tinggi, yaitu 32 per 1000 kelahiran hidup. Faktor yang mempengaruhi angka kematian bayi salah satunya adalah masalah status gizi. Dinkes DIY menunjukkan bahwa status gizi masih menunjukkan angka kurang salah satunya Kabupaten Gunungkidul, yaitu 2% dari target secara nasional yaitu 1%, status gizi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Hasil studi pendahuluan pada 14 Februari 2015 pada 7 balita (70%) mengalami gizi baik, 2 balita (20%) mengalami gizi kurang dan 1 balita (10%) mengalami gizi lebih dan 7 balita (70%) diberikan tidak diberikan ASI Ekslusif dan 3 balita (30%) diberikan ASI Ekslusif. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita usia 7-24 bulan berdasarkan pemberian ASI (Air Susu Ibu) di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan timbangan dacin dan angket pengisian riwayat pemberian ASI sebagai alat pengumpul data. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita uisa 7-24 bulan di Desa Bejiharjo sebanyak 35 balita, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dan diperoleh sampel sejumlah 35 responden. Hasil Penelitian: Riwayat Pemberian ASI Ekslusif 15 balita (42,8%), dan yang tidak diberikan ASI 20 balita (57,2%). Responden dalam kategori gizi baik 30 balita (85,7%), dalam kategori lebih 2 balita (5,8%), dan kategori kurang 3 balita (8,6%). Kesimpulan: Riwayat pemberian ASI terbanyak adalah tidak diberikan ASI ekslusif dan status gizi yang terbanyak adalah status gizi baik.

Item Type: Other
Additional Information: Dosen Pembimbing Fatimah Dewi Anggraeni, S.ST
Uncontrolled Keywords: Pemberian ASI Ekslusif, Status Gizi, Breastfeeding exclusive breastfeeding, Nutritional status
Subjects: Kebidanan > BA Balita & Anak
Divisions: Fakultas Kesehatan > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 09 Nov 2016 04:52
Last Modified: 10 Jun 2017 04:04
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/207

Actions (login required)

View Item View Item