GAMBARAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DILIHAT BERDASARKAN TINGKAT STRESS DI PONDOK PESANTREN KUNO PUTRI GAMPING SLEMAN

Adrikni Luthfa, - (2017) GAMBARAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DILIHAT BERDASARKAN TINGKAT STRESS DI PONDOK PESANTREN KUNO PUTRI GAMPING SLEMAN. Kebidanan, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
ADRIKNI LUTHFA (1114121)full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
ADRIKNI LUTHFA (1114121)nonfull.pdf

Download (925kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi normal melibatkan kematangan dari sistem neuroendokrin. Jika salah satu langkah pada sistem tersebut terganggu, maka siklus menstruasi dapat tidak terjadi atau tidak teratur. Salah satu penyebabnya adalah faktor stress yang akan mempengaruhi produksi kortisol yang nantinya akan mempengaruhi produksi hormon sex, terutama hormon estrogen pada wanita sehingga siklus menstruasi pun ikut terganggu. Gangguan proses menstruasi seperti lamanya siklus menstruasi bisa menimbulkan penyakit kronis, masalah kesehatan wanita berhubungan dengan fertilitas atau kanker. Hasil dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010, menunjukan bahwa perempuan di Indonesia dengan usia 10-59 sebanyak 13,7 % melaporkan haid tidak teratur dalam satu tahun terakhir sedangkan data DI Yogyakarta menunjukan 15,8 % mengalami haid tidak teratur. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran siklus menstruasi pada remaja putri berdasarkan tingkat stress. Metode Penelitian: Penilitiaan ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian dan waktu penelitian ini di Pondok Pesantren Kuno Putri, Gamping Sleman pada tanggal 4-5 Mei 2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 49 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kalender menstruasi selama 3 siklus dan kuesioner DASS 42. Hasil Penelitian: Tingkat stress pada remaja putri di Pondok Pesantren Kuno Putri, paling banyak mempunyai tingkat stress sedang dengan jumlah 19 orang (38,8%). Sedangkan tingkat stress berat sebanyak 2 orang (4,1%) dan tingkat stress sangat berat sebanyak 1 orang (2,0%). Siklus menstruasi pada remaja paling banyak mempunyai siklus menstruasi tidak teratur dengan jumlah 29 orang (59,2%). Kesimpulan: Siklus menstruasi dilihat berdasarkan tingkat stress pada remaja putri di Pondok Pesantren Kuno Putri, paling banyak responden mengalami siklus menstruasi tidak teratur dengan tingkat stress sedang yaitu 13 orang (26,5%)

Item Type: Other
Additional Information: Dosen Pembimbig :Nendhi Wahyunia Utami
Uncontrolled Keywords: Siklus Menstruasi, Tingkat Stress
Subjects: Kebidanan > BR Kesehatan Reproduksi (Kespro)
Divisions: Fakultas Kesehatan > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 07 Nov 2017 04:21
Last Modified: 07 Nov 2017 04:21
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/2362

Actions (login required)

View Item View Item