GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI DESA GLAGAH KECAMATAN TEMON KULON PROGO YOGYAKARTA

Ntrimah Nurhayati, - (2015) GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI DESA GLAGAH KECAMATAN TEMON KULON PROGO YOGYAKARTA. Kebidanan, STIKES Jendral Achmad Yani. (Unpublished)

[img] Text
Ntrimah Nurhayati_1112229_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
Ntrimah Nurhayati_1112229_nonfull.pdf

Download (889kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan remaja dalam kesehatan diantaranya masih tingginya usia perkawinan pertama di bawah 20 tahun, yaitu pada usia 10 – 14 tahun sebanyak 4,8% dan usia 15-19 tahun sebanyak 41,9%. Di tahun 2011, berdasarkan informasi dari dinas kesehatan, dari 2.886 peristiwa perkawinan, 340 diantaranya (11,78%) pasangan wanitanya sudah positif hamil berdasarkan tes kehamilan. Kantor Kementrian Agama Kulon progo mencatat, selama tahun 2011 ada 36 kasus perkawinan dimana laki – lakinya kurang dari 19 tahun, dan 26 kasus perkawinan di mana perempuannya kurang dari 16 tahun. Tujuan: Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Pernikahan Dini di Desa Glagah Kecamatan Temon Kulon Progo. Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey cross sectional, Populasi sebanyak 49 orang. Sampel diambil secara Purposive Sampling. Data kuisioner. Analisis data menggunakan univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini terbesar 65,9% (29 orang) dalam kategori baik terendah 11,4% (5 orang) dalam kategori kurang, tujuan pernikahan terbesar 54,5% (24 orang) dalam kategori baik, dan terendah 15,9% (7 orang) dalam kategori kurang, akibat pernikahan dini terbesar 50,0% (22 orang) dalam kategori baik, dan terendah 15,9% (7 orang) dalam kategori kurang, faktor penyebab terjadinya pernikahan dini terbesar 38,6% (17 orang) dalam kategori kurang, dan terendah 27,3% (12 orang) dalam kategori baik, upaya menanggulangi pernikahan dini terbesar 56,8% (25 orang) dalam kategori baik, dan terendah 18,2% (8 orang) dalam kategori kurang, batasan usia remaja terbesar 54,5% (24 orang) dalam kategori cukup, dan terendah 18,2% (8 orang) dalam kategori baik, perubahan fisik masa remaja terbesar 95,5% (42 orang) dalam kategori baik, dan terendah 4,5% (2 orang) dalam kategori kurang. Kesimpulan: Pengetahuan remaja putri yang masih kurang yaitu faktor penyebab terjadinya pernikahan dini karena kurangnya keterbukaan remaja putri kepada orang tuanya. Saran: Agar dapat memberikan informasi kepada remaja putri tentang pernikahan dini, agar bidan lebih meningkakan penyuluhan tentang faktor penyebab terjadinya pernikahan dini

Item Type: Other
Additional Information: Dosen Pembimbing : Elvika Fit Ary Shanti, S.ST., M.Kes
Uncontrolled Keywords: Pengetahuan, Remaja Putri, Pernikahan Dini
Subjects: Kebidanan > BB Keluarga Berencana(KB)
Kebidanan > BR Kesehatan Reproduksi (Kespro)
Divisions: Fakultas Kesehatan > Prodi Kebidanan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 15 Nov 2017 03:34
Last Modified: 15 Nov 2017 03:34
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/2534

Actions (login required)

View Item View Item