PENGARUH TERAPI BEKAM KERING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA DAN BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNA WREDHA UNIT BUDHI LUHUR YOGYAKARTA

Yudop Purwadinata, - (2016) PENGARUH TERAPI BEKAM KERING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA DAN BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNA WREDHA UNIT BUDHI LUHUR YOGYAKARTA. Strata 1 thesis, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakara.

[img] Text
Yudop Purwanidata_3211013_full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
Yudop Purwanidata_3211013_nonfull.pdf

Download (853kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi penyebab terjadinya penyakit jantung (gagal jantung, kematian mendadak, kardiomiopati) dan ritmia. Terapi non farmakologis yang bisa digunakan sebagai komplementari terapi, salah satunya terapi bekam kering. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi bekam kering terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta dan Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha Unit Budhi Luhur Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan rancangan pre-post test dalam satu kelompok (one group pre-post test design). Tindakan bekam menggunakan cup bekam di tujuh titik yaitu satu titik al-kaahil, dua titik al-katifain, dua titik di belakang scapula bawah dextra dan sinistra dua titik di pinggang belakang. Tindakan dilakukan dengan perlakuan empat hari sekali sebanyak 3x perlakuan. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang didiagnosa hipertensi berjumlah 31 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Tekanan darah sistolik setelah dilakukan terapi bekam kering median 120 mmHg. Tekanan darah diastolik setelah dilakukan terapi bekam kering median 75 mmHg. Perubahan tekanan darah sistolik setelah dilakukan terapi bekam kering, selisih maksimum 30 mmHg dan selisih minimum 10 mmHg. Perubahan tekanan darah diastolik setelah dilakukan terapi bekam kering, selisih maksimum 60 mmHg dan selisih minimum 30 mmHg. Kesimpulan: Terapi bekam kering dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,025.

Item Type: Thesis/Skripsi (Strata 1)
Additional Information: Dosen pembimbing 1 :Miftafu Darussalam Dosen pembimbing 2 :Muhamat Nofiyanto
Uncontrolled Keywords: terapi bekam kering, tekanan darah, lansia, hipertensi
Subjects: P Ilmu Keperawatan(klasifikasi berdasar departemen) > PG Keperawatan Gerontologi,Gerontik,Lansia
Divisions: Program Studi > Prodi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 21 Nov 2017 02:12
Last Modified: 21 Nov 2017 02:12
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/2596

Actions (login required)

View Item View Item