HUBUNGAN STIMULASI OTAK DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF LANSIA DI DUSUN KARANGASEM GILANGHARJO PANDAK BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2012

Andria Fistra Aryu Brata Dewi, - and Induniasih, - and Ratna Lestari, - (2013) HUBUNGAN STIMULASI OTAK DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF LANSIA DI DUSUN KARANGASEM GILANGHARJO PANDAK BANTUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2012. Strata 1 thesis, STIKES Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Andria Fistra Aryu Brata Dewi_32115004_nonfull.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
Andria Fistra Aryu Brata Dewi_32115004_full (NXPowerLite Copy).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (957kB)

Abstract

Latar Belakang : Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah meningkatnya umur harapan hidup yang ditandai dengan peningkatan jumlah lansia dan hal ini berdampak pada perubahan fisik, psikososial dan kognitif. Penurunan fungsi kognitif lansia dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, senam lansia, riwayat stroke dan stimulasi otak. Kurangnya stimulasi otak yang dilakukan akan menyebabkan cepatnya penurunan kemampuan kognitif. Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan antara stimulasi otak dengan kemampuan kognitif lansia di Dusun Karangasem Gilangharjo Pandak Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012. Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Sampel diambil dengan metode total sampling, yaitu seluruh lansia berusia 60 - 69 tahun di Dusun Karangasem Gilangharjo Pandak Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012, sejumlah 50 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Kendall’s tau, dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil : Hasil penilaian stimulasi otak menunjukkan 88% responden mempunyai stimulasi otak tinggi, 8% mempunyai stimulasi otak cukup, dan 4% mempunyai stimulasi otak rendah. Penilaian kemampuan kognitif responden menggunakan MMSE menunjukkan 86% responden mempunyai kemampuan kognitif normal, 8% mengalami gangguan kognitif ringan, dan 6% mengalami gangguan kognitif berat. Hasil uji korelasi Kendall’s tau antara stimulasi otak dengan kemampuan kognitif diperoleh tingkat signifikansi 0,000 (p<0,05) dengan kekuatan korelasi sangat kuat (koefisien korelasi 0,915) Kesimpulan dan saran : Ada hubungan antara stimulasi otak dengan kemampuan kognitif lansia. Saran bagi lansia, diharapkan dapat melaksanakan kegiatan stimulasi otak untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya.

Item Type: Thesis/Skripsi (Strata 1)
Uncontrolled Keywords: stimulasi otak, kemampuan kognitif lansia
Subjects: P Ilmu Keperawatan(klasifikasi berdasar departemen) > PG Keperawatan Gerontologi,Gerontik,Lansia
Divisions: Program Studi > Prodi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Admin Repository Perpustakaan
Date Deposited: 23 Nov 2017 03:14
Last Modified: 15 Jan 2019 02:20
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/2641

Actions (login required)

View Item View Item