HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN SIDOAGUNG, GODEAN

Kurnia Safitri, - and Afi Lutfiyati, - (2021) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN SIDOAGUNG, GODEAN. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

[img] Text (JUDUL)
Judul_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (294kB)
[img] Text (ABSTRAK)
Abstrak_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (29kB)
[img] Text (BAB I)
Bab I_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (31kB)
[img] Text (BAB II)
Bab II_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (63kB)
[img] Text (BAB III)
Bab III_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (86kB)
[img] Text (BAB IV)
Bab IV_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (105kB)
[img] Text (BAB V)
Bab V_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (15kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar pustaka_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (42kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran_2217077_Kurnia Safitri_Keperawatan.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://library.unjaya.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya hormon prostaglandin pada saat haid mengakibatkan terjadinya rasa nyeri. Di Indonesia sekitar 54,89% remaja mengalami dismenorea. Dampak yang dapat terjadi jika dismenorea tidak ditangani adalah gangguan aktifitas hidup sehari-hari. Aktivitas fisik sangat berperan dalam menjadi faktor risiko terjadinya dismenorea. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di Kelurahan Sidoagung, Godean. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri di Kelurahan Sidoagung, Godean yang berjumlah 173. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel 63 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner aktivitas fisik dan kuesioner dismenorea. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Somers’d. Hasil: Aktivitas fisik sebagian besar dalam kategori sedang yaitu 42 responden (66,7%), kejadian dismenorea sebagian besar dalam kategori berat yaitu 41 responden (65,1%). Hasil uji statistik menggunakan uji Somers’d diperoleh pvalue 0,028 (<0,05) dengan keeratan hubungan yang rendah (-0,251). Arah korelasi negatif berarti semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin ringan dismenorea yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada remaja. Sebaiknya remaja putri melakukan aktivitas fisik sehingga dapat mengurangi nyeri menstruasi, misalnya melakukan kegiatan seperti membersihkan halaman belakang rumah, menimba air, dan membawa beban.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Aktivitas Fisik, Dismenorea, Remaja Putri
Subjects: Keperawatan > PD Keperawatan Dasar (termasuk di dalamnya manajemen keperawatan)
Divisions: Fakultas Kesehatan > Prodi Ilmu Keperawatan
Depositing User: Erna Fitri Widayati
Date Deposited: 03 Feb 2022 08:36
Last Modified: 03 Feb 2022 08:36
URI: http://repository.unjaya.ac.id/id/eprint/4284

Actions (login required)

View Item View Item