Alfiana Eka Meishintya, - and Dwi Yati, - (2025) Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri Di SMP N 2 Sanden Bantul. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (411kB)
Abstrak_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (15kB)
BAB 1_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (89kB)
BAB 2_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB)
BAB 3_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (140kB)
BAB 4_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (202kB)
BAB 5_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (11kB)
Daftar Pustaka_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Download (151kB)
Lampiran_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212201012_Alfiana Eka Meishintya_Keperawatan - Copy.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang : Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang terjadi sebelum menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas remaja putri.
Aktivitas fisik diduga berpengearuh ternadap kejadian PMS karena dapat meningkatkan hormon endorfin yang membantu meredakan gejala.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS pada remaja putri di SMP N 2 Sanden Bantul
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 siswi yang diambil menggunakan teknik total sampling.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner aktivitas fisik dan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Analisis data menggunakan uji Spearman rho.
Hasil : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (68,2%) dan mengalami PMS sedang (56,8%). Hasil uji menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian PMS (p-value = 0,595).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian PMS pada remaja putri. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan
faktor lain seperti stres, pola tidur, dan gizi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas fisik, Premenstrual Syndrome, Remaja putri |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:12 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:13 |
| URI: | https:///id/eprint/3876 |
