Gina Whydhytha Merdekawati, - and Suwarno, - (2025) Hubungan Tingkat Resiliensi Dengan Kesehatan Mental Remaja Di SMK Negeri 1 Seyegan. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (369kB)
ABSTRAK_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (80kB)
BAB 1_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (85kB)
BAB 2_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
BAB 3_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (266kB)
BAB 4_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (161kB)
BAB 5_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (9kB)
DAFTAR PUSTAKA_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (20kB)
LAMPIRAN_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (913kB)
PLAGIARISME_212201047_Gina Whydhytha M_KEPERAWATAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) Usia remaja sekitar 10 – 19 tahun. Remaja membutuhkan resiliensi sebagai kemampuan untuk dapat mengendalikan diri ketika sedang menghadapi tantangan dan tekanan kemudian dapat bangkit dan pulih secara sehat dan produktif. Kondisi sehat remaja dapat dikatakan sehat secara fisik, mental dan sosial, sehingga unutk memperoleh kondisi tersebut dibutuhkan resiliensi yang baik.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat resiliensi dengan kesehatan mental pada remaja di SMK Negeri 1 Seyegan.
Metode: Jenis pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 238 siswa. Pengambilan data menggunakan kuesioner resiliensi dari Connor- Davidson Resilience Scale (D -RISC) dan kuesioner kesehatan mental dari Aziz & Zamroni 2020. Analisis data menggunakan uji statistic kendall Tau-b.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar siswa memiliki 3 kategori resiliensi yang sama yaitu rendah (22.7%), sedang (22.7%) dan tinggi (22.7%). Sedangkan kesehatan mental yang dimiliki siswa sebagian besar kesehatan mental tinggi (52.9%). Hasil uji statistic menggunakan uji Kendall Tau-b didapatkan p- value (0.000) < α (0.05) dengan nilai r = 0.227 dengan arah hubungan positif, dimana semakin tinggi resiliensi yang dimiliki
siswa maka semakin tinggi pula kesehatan yang dimiliki siswa begitupun sebaliknya.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat resiliensi dengan kesehatan mental remaja di SMK Negeri 1 Seyegan dengan arah hubungan positif dan korelasi lemah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Remaja, Resiliensi, Kesehatan Mental |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 08:32 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 08:32 |
| URI: | https:///id/eprint/3897 |
