Khoriah Kurnia Katammi, - and Novita Nirmalasari, - (2025) HUBUNGAN MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GUNUNG MELETUS DI DUSUN TURGO KELURAHAN PURWOBINANGUN PAKEM SLEMAN. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (1MB)
Abstrak_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (767kB)
Bab 1_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (1MB)
Bab 2_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Bab 3_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (3MB)
Bab 4_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (3MB)
Bab 5_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (402kB)
Daftar Pustaka_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (837kB)
Lampiran_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212201053_Khoriah Kurnia Katammi.pdf
Download (5MB)
Abstract
Latar belakang : Wilayah Dusun Turgo merupakan daerah rawan bencana akibat aktivitas Gunung Merapi. Desa Turgo berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II, menjadi salah satu wilayah yang berisiko tinggi terdampak aktivitas Gunung Merapi. Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat dipengaruhi oleh mitigasi yang dilakukan oleh masyarakat.
Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat mitigasi yang
dilakukan masyarakat dengan tingkat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana letusan Gunung Merapi di Dusun Turgo.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan metode cross-sectional. Responden penelitian adalah 131 kepala keluarga yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai validitas antara 0,403 hingga 0,780 dan reliabilitas
menggunakan Cronbach’s Alpha dengan nilai > 0,6. Instrumen penelitian meliputi indikator mitigasi (seperti pemetaan wilayah rawan, pelatihan evakuasi, dan pembangunan infrastruktur mitigasi) serta indikator kesiapsiagaan (pengetahuan bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui
hubungan antara variabel mitigasi dan kesiapsiagaan serta uji Gamma untuk mengukur keeratan hubungan antar variabel.
Hasil Penelitian : Tingkat mitigasi masyarakat Dusun Turgo sebagian besar berada pada kategori tinggi (96,9%), dan tingkat kesiapsiagaan juga sebagian besar berada pada kategori baik (93,9%). Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 2,569 dengan nilai signifikansi p-value = 0,109 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara mitigasi dan kesiapsiagaan. Namun, terdapat kecenderungan positif bahwa mitigasi yang lebih baik diikuti oleh
kesiapsiagaan yang lebih tinggi.
Kesimpulan : Tidak ditemukan hubungan signifikan secara statistik antara mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat Dusun Turgo. Namun, hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa masyarakat dengan mitigasi tinggi cenderung memiliki kesiapsiagaan yang baik. Penelitian ini merekomendasikan
pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi, simulasi bencana, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | mitigasi, kesiapsiagaan, bencana, Gunung Merapi, masyarakat Dusun Turgo |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Yanti - - |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 02:09 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 02:10 |
| URI: | https:///id/eprint/3901 |
