Deva Oktavian, - and Sis Wuryanto, - (2025) Tingkat Ketepatan Kode Pada Kasus Fraktur Berdasarkan ICD-10 di RSUD RAA Tjokronegoro Purworejo. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (357kB)
BAB I_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (316kB)
BAB II_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (483kB)
BAB III_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (407kB)
BAB IV_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (943kB)
BAB V_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (259kB)
DAFTAR PUSTAKA_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (302kB)
LAMPIRAN_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_221204001_DEVA OKTAVIAN_RMIK.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang : Pengodean diagnosis menggunakan ICD-10 berperan penting dalam menunjang keakuratan data medis, klaim BPJS, dan laporan statistik rumah sakit. Pada kasus fraktur, karakter kode keempat dan kelima wajib dicantumkan
karena menunjukkan lokasi dan jenis fraktur secara rinci. Namun, ketidaktepatan pengisian kode diagnosis masih ditemukan dalam praktik rumah sakit.
Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat ketepatan kode diagnosis fraktur berdasarkan ICD-10 dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaan pengodean di RSUD RAA Tjokronegoro Purworejo.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi dokumentasi dan wawancara. Sampel sebanyak 71 rekam medis kasus fraktur rawat inap tahun 2024 dianalisis menggunakan lembar checklist ketepatan kode. Wawancara dilakukan kepada 3 informan dari tenaga medis dan rekam medis.
Hasil : Sebanyak 61 berkas (86%) memiliki kode yang tepat, sementara 10 berkas (14%) tidak tepat, dengan kesalahan pada karakter keempat dan kelima. Pengodean untuk pasien rawat inap dilakukan oleh dokter umum, bukan PMIK. Pengodean external cause tidak dilakukan karena tidak diwajibkan dalam proses klaim BPJS dan keterbatasan sumber daya.
Kesimpulan : Tingkat ketepatan kode cukup tinggi, namun masih terdapat kesalahan pada karakter spesifik ICD-10, kurangnya pelatihan, keterbatasan SDM, dan belum adanya verifikasi internal menyebabkan pengodean belum optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:13 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:13 |
| URI: | https:///id/eprint/3960 |
