Wahdan Syathiri, - and Kori Puspita Ningsih, - (2025) Keakuratan Kode Kombinasi Kasus Hipertensi Pasien BPJS Rawat Inap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (364kB)
Abstrak_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (112kB)
BAB 1_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (163kB)
BAB 2_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
BAB 3_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (56kB)
BAB 4_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (547kB)
BAB 5_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (30kB)
Daftar Pustaka_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (171kB)
Lampiran_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Plagiarisme_221204005_Wahdan Syathiri_RMIK.pdf
Download (10MB)
Abstract
Latar Belakang: Kode kombinasi adalah kode untuk menggabungkan diagnosis primer dan sekunder menjadi satu kode. Salah satu kasusnya yaitu hipertensi dengan komplikasi. Hipertensi menempati peringkat pertama 10 besar penyakit di Yogyakarta pada 2021. Hipertensi termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Sering ditemukan ketidakakuratan kode kombinasi hipertensi seperti kode kombinasi hipertensi dengan komplikasi CKD. Hal tersebut menyebabkan sering pending claim di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
Tujuan Penelitian: Menganalisis keakuratan kode kombinasi kasus hipertensi.
Metode Penelitian: Deskriptif dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif. Subjek yaitu coder rawat inap, perawat bangsal, dan triangulasi koordinator casemix. Total sampling dengan jenis retrospective berjumlah 30 kasus hipertensi dengan komplikasi pasien BPJS rawat inap Januari-Maret 2024.
Hasil Penelitian: Kesesuaian pendokumentasian klinis hipertensi dengan komplikasi pasien BPJS rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul sebesar 70% (21 berkas) yang tidak sesuai 30% (9 berkas). Tingkat keakuratan kode kombinasi hipertensi pasien BPJS rawat inap sebesar 43,3% (13 berkas) yang tidak akurat 56,7% (17 berkas). Faktor ketidakakuratan kode kombinasi hipertensi dari faktor man yaitu kurangnya pemahaman coder tentang kode kombinasi dan PPA lupa melengkapi pendokumentasian klinis. Faktor money yaitu belum ada penghargaan coder terbaik. Faktor methode yaitu PPK belum sesuai PNPK BPJS. Faktor material yaitu belum lengkapnya tulisan dokter dan pemeriksaan penunjang. Faktor machine yaitu lamanya update sistem dan loading.
Kesimpulan: Sebaiknya dilakukan pelatihan tentang kode kombinasi dan menerapkan Computer Asisted Coding (CAC) untuk meningkatkan akurasi kode. PPK rumah sakit juga sebaiknya disesuaikan dengan PNPK BPJS.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:31 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:31 |
| URI: | https:///id/eprint/3965 |
