Yulianti, - and Sis Wuryanto, - (2025) Ketepatan Kode Diagnosis Hipertensi Kombinasi Berdasarkan Kode ICD-10 Di Rumah Sakit Condong Catur. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (727kB)
Abstrak-221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (266kB)
Bab 1_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (345kB)
Bab 2_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
Bab 3_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (337kB)
Bab 4_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (456kB)
Bab 5_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (256kB)
Daftar Pustaka_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (247kB)
Lampiran_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_221204047_Yulianti_RMIK.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Pengodean diagnosis yang akurat merupakan aspek penting dalam menjamin kualitas informasi medis, kelancaraan proses klaim asuransi kesehatan, serta penyusunan laporan morbiditas yang valid. Ketidakepatan kode
diagnosis, khususnya pada kasus hipertensi kombinasi dapat menyebabkan kesalahan pencatatan data, tertundanya klaim BPJS, hingga ketidaksesuaian evaluasi layanan di Rumah Sakit Condong Catur.
Tujuan Penelitian : mengetahui tingkat ketepatan kode diagnosis hipertensi kombinasi berdasarkan pedoman ICD-10 di Rumah Sakit Condong Catur serta menggambarkan pelaksanaan proses kodifikasi diagnosis oleh petugas coder
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 97 berkas rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis hipertensi kombinasi pada periode
Oktober-Desember 2024. Data diperoleh melalui observasi langsung dan studi dokumentasi, kemudian dilakukan validasi oleh pakar coder.
Hasil : menunjukkan bahwa sebanyak 75 berkas (77,3%) memiliki kode diagnosis yang tepat, sedangkan 22 berkas (22,7%) dinyatakan tidak tepat. Ketidaktepatan umumnya disebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam pemilihan karakter kode ICD-10 serta ketidaksesuaian diagnosis dengan aturan klasifikasi.
Kesimpulan : Proses kodifikasi diagnosis di Rumah Sakit Condong Catur dilakukan oleh coder berdasarkan diagnosis dari dokter yang tercantum dalam ringkasan medis, dengan menggunakan aplikasi Medrek dan mengacu pada pedoman ICD-10. Meskipun sistem bersifat terkomputerisasi, coder masih menghadapi kendala terutama pada diagnosis yang tidak lengkap atau kompleks. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan kode diagnosis hipertensi kombinasi sebesar 77,3%, sementara ketidaktepatan mencapai 22,7%. Hal ini mengindikasikan bahwa masih terdapat kekurangan kompetensi dalam pelaksanaan kodifikasi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 14 Jun 2026 15:25 |
| Last Modified: | 14 Jun 2026 15:25 |
| URI: | https:///id/eprint/4028 |
