Abellia Safitri, - and Rizky Yuspita Sari, - (2025) Gambaran Kasus Kehamilan Tidak Diinginkan Pada Remaja Di Wilayah Bantul Tahun 2022-2024 Dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Geografi. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (407kB)
Abstrak_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (168kB)
Bab I_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (230kB)
Bab II_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
Bab III_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (197kB)
Bab IV_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (2MB)
Bab V_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (129kB)
Daftar Pustaka_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Download (209kB)
Lampiran_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_221204068_Abellia Safitri_Rekam Medis Dan Informasi kesehatan.pdf
Download (10MB)
Abstract
Latar Belakang: Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. BKKBN (2021) melaporkan bahwa 19,6% remaja usia 14–19 tahun pernah mengalami KTD, dan sekitar 20% kasus aborsi dilakukan oleh remaja. KTD berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di Kabupaten Bantul, angka KTD remaja tetap tinggi selama 2022–2024, namun belum tersedia sistem pemetaan spasial untuk mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2022–2024, mencakup 179 kasus KTD remaja berdasarkan usia dan kecamatan. Pemetaan dilakukan menggunakan ArcGIS untuk menunjukkan distribusi spasial.
Hasil: Tren KTD remaja di Kabupaten Bantul menunjukkan pola fluktuatif. Kecamatan seperti Banguntapan, Dlingo, Kasihan, Pajangan, dan Sewon secara konsisten mencatat jumlah kasus tinggi atau meningkat. Remaja usia 15–17 tahun mencatat kasus tertinggi, seiring dengan fase perkembangan psikososial dan paparan pornografi daring tanpa edukasi seksual yang memadai.
Kesimpulan: KTD remaja di Kabupaten Bantul menunjukkan ketimpangan spasial dengan tren fluktuatif. Wilayah berisiko tinggi meliputi Banguntapan, Dlingo, Kasihan, Pajangan, dan Sewon. Diperlukan edukasi dan layanan kesehatan reproduksi yang terarah, terutama bagi remaja usia 15–17 tahun di wilayah perkotaan dan semi-perdesaan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 02:24 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 04:21 |
| URI: | https:///id/eprint/4042 |
