Vika Auralia Marsha Azizah, - and Zakharias Kurnia Purbobinuko, - (2025) Strategi Rumah Sakit Dalam Meraih Akreditasi Paripurna Pada Elemen Manajemen Rekam Medis Dan Informasi. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (421kB)
Abstrak_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (124kB)
BAB 1_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (223kB)
BAB 2_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB)
BAB 3_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (239kB)
BAB 4_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (279kB)
BAB 5_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (178kB)
Daftar Pustaka_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (208kB)
Lampiran_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_221204092_Vika Auralia Marsha Azizah_RMIK.pdf
Download (5MB)
Abstract
Latar Belakang: Akreditasi rumah sakit merupakan pengakuan formal terhadap mutu pelayanan yang diberikan setelah rumah sakit memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan maupun lembaga akreditasi independen. Elemen MRMIK sangat penting karena rekam medis yang lengkap, akurat, terstruktur, dan aman mencerminkan kepatuhan rumah sakit terhadap standar mutu dan keselamatan pasien. Namun, banyak rumah sakit di Indonesia masih menghadapi kendala: dokumentasi tidak lengkap, lemahnya manajemen informasi,
keterbatasan SDM, serta tantangan implementasi teknologi informasi kesehatan. Penelitian ini difokuskan pada RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah meraih akreditasi paripurna tahun 2022.
Tujuan: Mendeskripsikan tantangan dan strategi RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam memenuhi standar akreditasi pada elemen MRMIK
Hasil: Tantangan utama meliputi minimnya dokumentasi kegiatan, belum optimalnya implementasi dan integrasi EMR dengan platform nasional, sosialisasi kebijakan yang belum formal, resistensi SDM terhadap teknologi, keterbacaan dan
kelengkapan pengisian rekam medis, keterlambatan pelatihan SIMRS, serta kendala regulasi dan biaya tanda tangan elektronik. Strategi yang dilakukan mencakup penyebaran informasi melalui media internal dengan bukti absensi, benchmarking ke RS lain, penyesuaian regulasi internal, penguatan infrastruktur SIMRS, pelatihan pengguna, dan pendampingan untuk meningkatkan penerimaan teknologi.
Kesimpulan: Peningkatan dokumentasi, integrasi sistem, pelatihan terstruktur, dan penguatan budaya kerja berbasis teknologi menjadi kunci pencapaian standar MRMIK dan keberhasilan akreditasi paripurna.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 05:23 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 05:23 |
| URI: | https:///id/eprint/4061 |
