Nanda Sekar Ayuningsih, - and Kori Puspita Ningsih, - (2025) Keakuratan Kode Diagnosis Ganda Pada Kasus Fraktur Pasien BPJS Rawat Inap di RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejo. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (668kB)
Abstrak_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (248kB)
Bab 1_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (310kB)
Bab 2_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
Bab 3_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (350kB)
Bab 4_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (1MB)
Bab 5_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (260kB)
Daftar Pustaka_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (228kB)
Lampiran_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_221204107_Nanda Sekar Ayuningsih_RMIK.pdf
Download (7MB)
Abstract
Latar Belakang : Keakuratan pengodean diagnosis sangat penting dalam mendukung proses klaim INA-CBGs serta mutu pelayanan di rumah sakit. Pada kasus fraktur, diperlukan pengodean secara lengkap hingga karakter kelima sesuai ICD-10 untuk menunjukkan jenis fraktur dan disertai kode external cause yang menjelaskan penyebab luar cedera. Namun, masih banyak ditemukan ketidaksesuaian pada kode diagnosis
ganda, baik dari segi kode cedera maupun penyebab luar, yang disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumentasi medis dan kurangnya ketelitian petugas koding. Hasil studi pendahuluan menunjukkan masih adanya ketidakakuratan dalam pencantuman
kode external cause hingga karakter ke-5 yang berpotensi memengaruhi klaim dan validitas data rumah sakit.
Tujuan Penelitian : Mengetahui dokumentasi penunjang klinis dan tingkat keakuratan kode diagnosis ganda pada kasus fraktur pasien BPJS rawat inap di RSUD Dr.Tjitrowardojo Purworejo.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui desain cross-sectional. Sebanyak 92 rekam medis
pasien fraktur dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling.
Hasil: Sebagian besar rekam medis pasien fraktur telah dilengkapi dengan dokumentasi penunjang berupa hasil radiologi, assesmen awal IGD, dan formulir injury. Dari 92
sampel yang dianalisis, sebanyak 50 berkas (54%) menunjukkan pengodean cedera yang akurat, sementara 42 berkas (46%) masih belum tepat. Untuk kode external cause, 72 berkas (78%) telah dikodekan secara akurat, sedangkan 20 berkas (22%) lainnya tidak sesuai dengan pedoman ICD-10.
Kesimpulan: Tingkat akurasi pengodean diagnosis ganda pada kasus di RSUD dr. Tjitrowardojo masih belum optimal. Ketidakakuratan ini terjadi karena informasi penyebab luar belum terdokumentasi secara lengkap, serta kurangnya ketelitian dan pemahaman petugas koding dalam menerapkan pedoman ICD-10.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Medical Record and Health Information |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 07:26 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 07:26 |
| URI: | https:///id/eprint/4080 |
