Amelia Putri Anggraini, - and Mitsalina Fildzah Arifah, - (2025) Pengaruh Perbedaan Waktu Ekstraksi Terhadap Kadar Kafein Biji Kopi Robusta Yang Diekstraksi Dengan Metode Ultrasound Assited Extraction. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
1. Judul_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi fix.pdf
Download (431kB)
2. Abstrak_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi Farmasi.pdf
Download (21kB)
3. BAB 1_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi farmasi.pdf
Download (121kB)
4. BAB 2_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
5. BAB 3_202205005_Amelia Putri Anggraini_Prodi.pdf
Download (321kB)
6. BAB 4_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi.pdf
Download (370kB)
7. BAB 5_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi.pdf
Download (33kB)
8. Daftar Pustaka_202205005_Amelia putri anggraini_Prodi.pdf
Download (170kB)
9. Lampiran_202205005_Amelia Putri Anggraini_Prodi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
10. Plagiarisme_Amelia Putri Anggraini_Prodi.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Kopi merupakan minuman khas yang mengandung senyawa kafein yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Jenis kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi daripada jenis kopi lain. Kandungan kafein dalam kopi robusta dapat dipengaruhi oleh metode dan waktu ekstraksi. Metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) dengan variasi waktu ekstraksi dapat menghasilkan kadar kafein yang berbeda dibandingkan metode konvensional dan metode modern lainnya.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan waktu ekstraksi menggunakan metode UAE terhadap kadar kafein pada biji kopi robusta dari Lampung Barat.
Metode: Serbuk kopi robusta diuji organoleptis, pengukuran kadar air, uji alkaloid dan diekstraksi menggunakan metode UAE dengan pelarut etanol 70%. Kemudian ekstrak dipekatkan dengan penangas air pada suhu 60°C pada variasi waktu 15
menit, 30 menit dan 45 menit. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan pengukuran nilai kadar air pada ekstrak, nilai rendemen dan scanning panjang gelombang. Analisis kuantitatif dengan metode Spektrofotometri UV- Vis untuk menetapkan kadar kafein pada biji kopi robusta dengan perbedaan waktu ekstraksi, sehingga dianalisis statistik dengan SPSS terhadap hasil masing-masing kelompok yang
menyatakan data terdistribusi normal, homogen dan bebeda signifikan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan serbuk biji kopi berwarna cokelat gelap, aroma khas kopi, rasa pahit dan tekstur halus secara organoleptis serta mengandung alkaloid dengan uji pereaksi Mayer, Wagner dan Dragendorff. Hasil rendemen dan % kadar air ekstrak biji kopi pada waktu menit ke-30 (36,938%;6,39%) lebih tinggi daripada menit ke-15 (24,111%;6,07%) dan menit ke-45 (22,170%;6,37%). Ketiga ekstrak kafein diidentifikasi keberadaan alkaloid pada panjang gelombang 273 nm. Kadar kafein biji kopi sebesar 0,977 ± 0,018 mgCE/mg pada menit ke-15, 0,792 ± 0,054 mgCE/mg pada menit ke-30 dan 0,979 ± 0,026 mgCE/mg pada menit ke-45.
Kesimpulan: Waktu ekstraksi dapat mempengaruhi nilai kadar kafein pada ekstrak biji kopi robusta.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 03:35 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 03:41 |
| URI: | https:///id/eprint/4111 |
