Waode Asrim, - and Nofran Putra Pratama, - (2025) Pengaruh Pelarut Ekstraksi Pada Maserasi Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Ter. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (534kB)
Abstrak_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (227kB)
Bab 1_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (206kB)
Bab 2_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
Bab 3_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (262kB)
Bab 4_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (266kB)
Bab 5_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (126kB)
Daftar Pustaka_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (232kB)
Lampiran_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Plagiarisme_202205126_Waode Asrim_Farmasi.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Sinar Ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kulit seperti kemerahan, perubahan warna kulit, sensitivitas terhadap cahaya, penunaan dini serta kanker kulit. Tabir surya memiliki kemampuan untuk menunda eritema dan melindungi kulit yang dapat dilihat dari nilai Sun Protection Factor (SPF). Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) berpotensi sebagai bahan tabir surya alami karena tanaman ini mengandung senyawa polifenol seperti xanton, fenolik, flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa tersebut dapat diambil melalui proses maserasi dengan menggunakan jenis pelarut yang berbeda.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pelarut dalam menangkal radiasi UV dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.)
Metode Penelitian: Ekstrak kulit buah manggis diekstraksi menggunakan metode maserasi selama 3 hari menggunakan pelarut etanol 70%, metanol dan etil asetat. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan uji skrining fitokimia dan dilakukan penentuan nilai SPF menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis.
Hasil Penelitian: Ekstrak kental kulit buah manggis menggunakan pelarut etanol 70%, metanol dan etil asetat diperoleh rendemen secara berurutan sebesar 17,09%; 6,69%; dan 5,4%. Hasil uji fitokimia ekstrak kental kulit buah manggis pelarut etanol 70%, metanol dan etil asetat positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, steroid, dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat memiliki nilai SPF tertinggi dengan rata – rata sebesar 24,262 (proteksi ultra). Ekstrak metanol memiliki nilai SPF dengan rata – rata sebesar 14,174 (proteksi maksimal). Ekstrak etanol 70% memiliki nilai SPF terendah dengan rata – rata 12,132 (proteksi maksimal).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan pelarut etanol 70%, metanol dan etil asetat yang menghasilkan nilai SPF tertinggi dan memiliki efek pelindung tabir surya dari paparan sinar ultra violet paling baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 02:01 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 02:01 |
| URI: | https:///id/eprint/4139 |
