Siska Ariyanti, - and Devika Nurhasanah, - (2025) Pengaruh Durasi Rebusan Kayu Secang Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (671kB)
Abstrak_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (10kB)
Bab 1_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (373kB)
BAB 2_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (399kB)
Bab 3_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (676kB)
Bab 4_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (267kB)
Bab 5_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (2).pdf
Download (5kB)
Daftar Pustaka_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi.pdf
Download (269kB)
Lampiran_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi (3).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_182205036_Siska Ariyanti_Farmasi.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Ekstraksi senyawa aktif melalui metode rebusan dinilai efektif, namun durasi perebusan berperan penting dalam menentukan efektivitas antibakterinya.
Tujuan: Mengetahui aktivitas dan pengaruh durasi rebusan (10, 20, 30 dan 40 menit) kayu secang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923.
Metode: Kayu secang direbus dengan suhu 900C selama 10, 20, 30 dan 40 menit. Sampel hasil rebusan kemudian dilakukan skrining fitokimia dan diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan diukur diameter zona hambatnya.
Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan pada semua durasi rebusan kayu secang mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Durasi rebusan 10, 20, 30 dan 40 juga menunjukkan aktivitas antibakteri yaitu 21,11 mm; 21,93 mm; 20,66 mm; dan 20,43 mm.
Kesimpulan : Rebusan kayu secang menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat hingga sangat kuat terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Durasi rebusan selama 20 menit merupakan waktu perebusan paling optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 03:38 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 03:38 |
| URI: | https:///id/eprint/4149 |
