Desvia Wulandari, - and Nofran Putra Pratama, - (2025) Pengaruh Cara Pengeringan Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Dengan Metode Difusi Sumuran. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (624kB)
Abstrak_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (292kB)
BAB1_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (342kB)
Bab 2_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
Bab 3_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (397kB)
Bab 4_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (667kB)
Bab 5_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (156kB)
DaftarPustaka_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (186kB)
Lampiran_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212205024_Desvia Wulandari_Farmasi.pdf
Download (5MB)
Abstract
Latar Belakang: Infeksi bakteri, khususnya oleh Escherichia coli, masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri berbasis bahan alam. Daun sirih hijau (Piper betle L) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi antibakteri. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas antibakteri tersebut adalah cara pengeringan simplisia sebelum diekstraksi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh cara pengeringan daun sirih hijau (Piper betle L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dengan metode difusi sumuran
Metode Penelitian: Daun sirih hijau dikeringkan dengan menggunakan tiga cara yang berbeda, yaitu Oven (O), Sinar Matahari Langsung (SML), Sinar Matahari Tidak Langsung (SMTL). Daun sirih hijau yang sudah kering diserbuk dan
diekstraksi menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuji skrining fitokimia dan aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi (10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) untuk kontrol positif klindamisin 1% dan kontrol negatif akuades. Zona hambat diukur sebagai indikator daya antibakteri.
Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa semua ekstrak dari tiga cara pengeringan mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji antibakteri menunjukan bahwa ekstrak yang diperoleh dengan cara pengeringan O 10% (9,79 mm) kategori sedang, 15% (10,97 mm) kategori kuat, 20% (11,68 mm) kategori kuat, 25% (12,32 mm) kategori kuat, dan 30% (12,61 mm), pengeringan SML konsentrasi 10% (10,72 mm) kategori kuat, 15% (11,64 mm)
kategori kuat, 25% (12,50 mm) kategori kuat, dan 30% (12,77 mm), pengeringan SMTL konsentrasi 10% (10,60 mm) kategori kuat, 15% (12,25 mm) kategori kuat, 20% (12,29 mm) kategori kuat, 25% (12,95 mm) kategori kuat, dan 30% (13,36 mm) kategori kuat.
Kesimpulan: Cara pengeringan daun sirih hijau (Piper betle L) berpengaruh terhadap pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 yang ditunjukan melalui hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 15:14 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 15:14 |
| URI: | https:///id/eprint/4216 |
