Juvinalia Xavier, - and Francisca Romana Sri Supadmi, - and Nur’Aini Purnamaningsih, - (2025) GAMBARAN HASIL REAKTIF SIFILIS PADA SKRINING DARAH PENDONOR DENGAN METODE CHLIA DI UDD PMI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2024. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (2MB)
Abstrak_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (242kB)
Bab 1_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (263kB)
BAB 2_221206002_Juvinalia Xavier_TBD (2).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
BAB 3_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (316kB)
BAB 4_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (288kB)
BAB 5_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (157kB)
DAFTAR PUSTAKA_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (152kB)
Judul_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (2MB)
Lampiran_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (931kB)
PLAGIARISME_221206002_Juvinalia Xavier_TBD.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang dapat ditularkan melalui transfusi darah. Skrining infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) merupakan satu langkah penting dalam menjamin kualitas darah, tujuannya untuk meminimalkan resiko penularan penyakit, baik kepada penerima transfusi, petugas medis maupun lingkungan sekitar.
Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil reaktif sifilis pada skrining darah pendonor dengan metode Chemiluminescence Immunoassay (ChLIA) di UDD PMI Kabupaten Klaten tahun 2024.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data sekunder. Sampel yang digunakan berjumlah 29.785 sampel dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling di UDD PMI Kabupaten Klaten Tahun 2024
Hasil Penelitian: Dari 29.785 sampel darah yang diperiksa, didapatkan hasil Non reaktif sebanyak 29.752 (99,9%), dan repeated reaktif 33 sampel (0,1%). Dan pada karakteristik pendonor berdasarkan golongan darah A Rhesus positif 7(21,2%), golongan darah B Rhesus positif 6(18,2%), dan golongan darah AB 4(12,1%) dan mayoritas pendonor bergolongan darah O rhesus positif 16(48,5%), berdasarkan usia 17 tahun 3(9,1%), 18-24 tahun 6(18,2%), 25-44 tahun 11(33,3%), terbanyak adalah 45-64 tahun (39,4%). Berdasarkan jenis kelamin Perempuan 9(27,3) dan terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki 24(72,7%).
Kesimpulan: Didapatkan hasil Non reaktif sebanyak 29.752 (99,9%), dan repeated reaktif 33 sampel (0,1%). Penelitian yang fokus pada hasil reaktif saja. Mayoritas reaktif pada golongan O rhesus positif (48,5%), dengan rentang usia 45-64 tahun (39,4%), dan berjenis kelamin Laki-laki (72,7%).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sifilis, Donor Darah, Skrining, Chemiluminescence Immunoassay (ChLIA), UDD PMI Klaten |
| Subjects: | R Medicine > RB Blood Bank Technology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 08:01 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 08:17 |
| URI: | https:///id/eprint/4364 |
