Gita Herdittya Putri, - and Rengganis Ulvia, - (2025) Pengaruh Waktu Ekstraksi Metode Ultrasound Assisted Extraction Terhadap Kadar Flavonoid Dan Fenolik Total Pada Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (665kB)
Abstrak_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (259kB)
Bab 1_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (347kB)
Bab 2_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (525kB)
Bab 3_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (416kB)
Bab 4_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (823kB)
Bab 5_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (173kB)
Daftar Pustaka_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (233kB)
Lampiran_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212205044_Gita Herdittya Putri_Farmasi.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan karena memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, antihipertensi, antidiabetes, dan antikanker. Diantara banyaknya kandungan metabolit sekunder yang ada di dalam daun sambung nyawa, flavonoid dan fenolik merupakan dua senyawa yang banyak berperan dalam aktivitas farmakologis daun sambung nyawa. Ultrasound Assisted Extraction (UAE) merupakan modifikasi dari metode maserasi yang menggunakan bantuan gelombang ultasonik dimana memiliki keunggulan yaitu meningkatkan hasil ekstraksi, memerlukan pelarut yang sedikit, waktu ekstraksi yang singkat dan cocok digunakan untuk senyawa flavonoid dan fenolik yang tidak tahan terhadap pemanasan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh waktu ekstraksi terhadap kadar senyawa flavonoid dan fenolik total ekstrak daun sambung nyawa.
Metode Penelitian: Ekstrak daun sambung nyawa diperoleh dengan mengekstraksi simplisia pada suhu 45C dengan variasi waktu 15, 30, 45, 60, dan 75 menit menggunakan etanol 96% perbandingan 1:10 b/v. Uji kualitatif pada ekstrak dengan uji tabung dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak n-heksan: etil asetat: asam format (6:4:0,2) untuk senyawa flavonoid dan kloroform: etil asetat: asam format (1:3:1) untuk senyawa fenolik. Hasil KLT dapat dilihat dibawah sinar UV 254 nm dan 365 nm. Kadar flavonoid total dan fenolik total dengan menggunakan metode kolorimetri dan dibaca dengan spektrofotometri UV-Vis. Digunakan pereaksi AlCl₃ dengan standar kuersetin untuk penentuan kadar flavonoid total, sedangkan pereaksi Folin Ciocalteu dengan standar asam galat untuk penentuan kadar fenolik total.
Hasil Penelitian: Kadar flavonoid total ekstrak daun sambung nyawa pada variasi waktu 15, 30, 45, 60, 75 adalah 51,202; 43,221; 58,988; 68,209; 49,061 mg QE/g secara berturutturut. Kadar flavonoid tertinggi didapatkan pada waktu ekstraksi 60 menit. Kadar fenolik total ekstrak daun sambung nyawa diperoleh sebesar 72,111; 65,877; 82,975; 72,420; 73,963 mg GAE/g pada variasi waktu ekstraksi 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kadar fenolik total tertinggi didapatkan pada waktu ekstraksi 45 menit.
Kesimpulan: Perbedaan waktu ekstraksi mempengaruhi kadar flavonoid total dan fenolik total ekstrak daun sambung nyawa dengan kadar flavonoid total tertinggi 68,209 mg QE/g pada waktu 60 menit dan fenolik total tertinggi 82,975 mg GAE/g pada waktu 45 menit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 16:14 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 16:14 |
| URI: | https:///id/eprint/4380 |
