Hamsir, - and Sugiyono, - (2025) Evaluasi Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (519kB)
Abstrak_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (202kB)
Bab 1_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (252kB)
Bab 2_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (448kB)
Bab 3_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (292kB)
Bab 4_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (427kB)
Bab 5_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (233kB)
Daftar Pustaka_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (222kB)
Lampiran_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212205046_Hamsir_Farmasi.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah kondisi ketika arteri koroner mengalami penyempitan akibat adanya penumpukan plak atheroma dan zat lemak pada dinding pembuluh darah. PJK tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dan dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi. Pengobatan PJK memerlukan penggunaan obat dengan mekanisme yang beragam. Risiko yang dapat ditimbulkan dari hal tersebut yaitu interaksi obat yang dapat berdampak negatif bagi pasien.
Tujuan Penelitian: Mengevaluasi potensi interaksi obat pada pasien PJK yang menjalani perawatan inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrosfektif. Penelitian dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan sampel pada periode Januari sampai Desember 2024. Data penelitian diambil melalui rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak 86 pasien. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase untuk menggambarkan demografi pasien, pola pengobatan dan evaluasi potensi interaksi obat.
Hasil Penelitian: Demografi pasien PJK mayoritas berusia 56-65 tahun (36,05%), berjenis kelamin laki-laki (69,77%), dengan penyakit penyerta hipertensi (65,63%) dan mempunyai diagnosa infark miokard akut (58,14). Pola pengobatan mayoritas adalah penggunaan jumlah obat ≥5 jenis obat (65,12%), dengan jenis obat klopidogrel (16,25%) dan golongan obat anti-trombotik (22,52%). Potensi interaksi obat pada pasien PJK didapatkan (94,19%), di mana interaksi yang sering terjadi adalah antara obat atorvastatin dan klopidogrel (18,64%), dengan mekanisme kategori farmakodinamik (72,78%) dan tingkat keparahan moderate (80,47%).
Kesimpulan: Terdapat potensi interaksi obat pada pasien PJK di RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan interaksi obat yang sering terjadi antara atorvastatin dan klopidogrel dengan mekanisme farmakodinamik dan tingkat keparahan moderate.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 16:23 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 16:23 |
| URI: | https:///id/eprint/4381 |
