Kenesya Firta Nadya Tarigan, - and Reza Iqbal Suhada, - (2025) GAMBARAN PENANGANAN LIMBAH KANTONG DARAH REAKTIF TERHADAP PEMERIKSAAN IMLTD DI UTD PMI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2024. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (568kB)
Abstrak_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (218kB)
BAB I_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (280kB)
BAB II_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
BAB III_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (328kB)
BAB IV_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (315kB)
BAB V_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (194kB)
Daftar Pustaka_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (208kB)
Lampiran_221206038_ Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_221206038_Kenesya Firta Nadya Tarigan_TBD.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Limbah kantong darah reaktif dari hasil pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis merupakan limbah medis berbahaya yang berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan penularan infeksi dan pencemaran lingkungan. UTD PMI Kabupaten Sleman jumlah limbah kantong darah reaktif IMLTD ditahun 2024 sebanyak 447 kantong, dan dapat mengumpulkan sekitar 50 hingga 100 kantong darah dari para pendonor. Akibat volume pengumpulan darah yang tinggi, kemungkinan ditemukannya kantong darah yang reaktif terhadap Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD)
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran penanganan, alur pengelolaan, dan karakteristik limbah kantong darah reaktif berdasarkan parameter penyakit dan golongan darah
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan metode campuran dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif jumlah sampel 80 dan teknik pengambilanya yaitu sampling purposive. Menggunakan data sekunder dari pemeriksaan IMLTD dan lembar wawancara.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa limbah ditangani melalui identifikasi, pemisahan, penyimpanan dingin, pengangkutan, dan pemusnahan oleh pihak ketiga. Berdasarkan karakteristik Hasil pemeriksaan menunjukkan dari 80 kantong darah reaktif IMLTD, sebagian besar reaktif terhadap HIV sebanyak 38 kantong (47%), diikuti HBsAg 23 kantong (28,7%), sifilis 10 kantong (12,5%), dan HCV 9 kantong (11,3%). Dan golongan darah O Rh Positif paling dominan (43,8%) diikuti oleh golongan darah A Rh positif sebanyak 21 kantong (26,3%), B Rh positif sebanyak 16 kantong (20,0%), dan AB Rh positif sebanyak 8 kantong (10,0%).
Kesimpulan: HIV merupakan infeksi terbanyak (47%), dan golongan darah O Rh+ paling dominan (43,8%). Penanganan limbah telah sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku Mentri lingkungan hidup dan kehutanan 2015.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Limbah medis, kantong darah reaktif, IMLTD, pengelolaan limbah, transfusi darah, PMI Sleman. |
| Subjects: | R Medicine > RB Blood Bank Technology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:50 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:50 |
| URI: | https:///id/eprint/4414 |
