Intan Nur Fadillah, - and Devika Nurhasanah, - (2025) Pengaruh Daun Muda dan Daun Tua Terhadap Kadar Total Alkaloid dan Fenolik Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (785kB)
Abstrak_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (13kB)
Bab 1_212205050_Intan Nur Fadillah_ Farmasi.pdf
Download (32kB)
Bab 2_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (334kB)
Bab 3_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (438kB)
Bab 4_212205050_Intan Nur Fadillah_ Farmasi.pdf
Download (822kB)
Bab 5_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (5kB)
Daftar Pustaka_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (259kB)
Lampiran_212205050_Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212205050_ Intan Nur Fadillah_Farmasi.pdf
Download (7MB)
Abstract
Latar Belakang: Daun teh hijau mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid (kafein) dan senyawa fenolik (katekin, flavonoid, asam fenolat), yang berperan sebagai antioksidan dan berpotensi mencegah penyakit degeneratif. Kandungan metabolit sekunder pada daun teh dipengaruhi oleh tingkat kematangan daun. Daun muda umumnya memiliki kadar alkaloid dan flavonoid lebih tinggi dibandingkan daun tua, sedangkan penuaan daun menyebabkan penurunan kadar air dan fenolik total. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan daun berperan penting dalam menentukan kadar senyawa bioaktif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh tingkat kematangan daun terhadap kadar total alkaloid dan fenolik daun teh hijau (Camellia sinensis L).
Metode Penelitian: Serbuk daun teh hijau muda dan tua diekstraksi dengan etanol 70% (1:100) metode yang digunakan Ultrasound-Assited Extraction (UAE) dengan suhu 50°C selama 30 menit. Fitrat diuapkan dengan suhu 40°C. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji organoleptis, skrining fitokimia,
identifikasi senyawa alkaloid dan fenolik dengan KLT, serta kadar total alkaloid dinyatakan dalam (mgCE/g) sedangkan kadar total fenolik dinyatakan dalam (mgGAE/g).
Hasil Penelitian : Hasil ekstrak kental daun teh hijau muda dan tua yang diperoleh berwarna coklat kehitaman,berbentuk kental, dan tidak berbau. Hasil skrining fitokimia menunjukkan positif alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin dan tannin. Kadar alkaloid total daun teh hijau muda sebesar 925,113 ± 2,021 mg CE/g sedangkan kadar fenolik total sebesar 176,425 ± 0,25 mg GAE/g. Kadar alkaloid total daun teh hijau tua sebesar 482,395 ± 1,483 mg CE /g sedangkan
kadar fenolik total sebesar 97,842 ± 0,382 mg GAE/g.
Kesimpulan : Tingkat kematangan daun berpengaruh signifikan terhadap kadar total alkaloid dan fenolik daun teh hijau. Daun teh hijau muda menghasilkan kadar total alkaloid dan fenolik paling optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 15:22 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 15:30 |
| URI: | https:///id/eprint/4450 |
