Titin Marfuaturohmah, - and Ika Fitria Ayuningtyas, - (2014) GAMBARAN PENYEBAB KEJADIAN PERDARAHAN PADA KEHAMILAN DI RSUD SLEMAN. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Download (665kB)
Abstrak_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Download (49kB)
BAB I_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Download (91kB)
BAB II_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
BAB III_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
BAB IV_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Download (85kB)
BAB V_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Download (49kB)
Daftar Pustaka_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
Lampiran_1311076_Titin Marfuaturohmah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Berdasarkan dinas kesehatan kabupaten atau kota Yogyakarta angka kematian ibu dilaporkan sebesar 87,3% per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Berdasarkan profil kesehatan Sleman tahun 2012 angka kematian ibu sebesar 87,6% per 100.000 kelahiran hidup. Laporan rutin program kesehatan ibu dinas kesehatan provinsi tahun 2012 mengatakan penyebab kematian ibu di indonesia masih di dominasi oleh perdarahan (32%).
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian perdarahan pada kehamilan jika dilihat dari abortus, kehamilan ektopik terganggu, kehamilan mola hidatidosa, plasenta previa, dan solusio plasenta.
Metode: Penelitian ini merepakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode dokumentasi. Jumlah populasi yang digunakan adalah 135 sample pada tahun 2013 di RSUD Sleman.
Hasil Penelitian: Penyebab kejadian perdarahan pada kehamilan di RSUD Sleman paling tinggi adalah abortus yang berjumlah 121 orang (89,6%), selanjutnya adalah plasenta previa yaitu sebanyak 6 orang (4,4%), kemudian ada kehamilan ektopik terganggu dan kehamilan molahidatidosa yaitu sebanyak 3 orang (2,2%) dan yang paling sedik kita adalah solusi oplasenta yaitu hanya terjadi pada 2 orang (1,5%).
Kesimpulan: Penyebab kejadian perdarahan pada kehamilan paling tinggi adalah abortus sebanyak 121 orang (89,6%) di RSUD Sleman pada tahun 2013.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perdarahan dan kehamilan |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 08:46 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 08:46 |
| URI: | https:///id/eprint/4532 |
