Agus Syaiful Rahman, - and Tri Prabowo, - (2013) EVALUASI PENGELOLAAN PMO TERKAIT PROGRAM DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE (DOTS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLIRONG II, KEBUMEN, JAWA TENGAH. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
_Halaman Judul.pdf
Download (362kB)
_Intisari.pdf
Download (106kB)
_BAB I.pdf
Download (118kB)
_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
_BAB IV.pdf
Download (328kB)
_BAB V.pdf
Download (103kB)
_Daftar Pustaka.pdf
Download (102kB)
_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Tuberculosis (TB) masih merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Data survei kesehatan rumah tangga tahun 1995 menyebutkan bahwa TB menjadi penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok usia, dan nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Directly Observed Treatment Short- Course (DOTS) telah terbukti sebagai strategi penanggulangan yang secara ekonomis paling efektif (cost-effective). DOTS merupakan pengawasan langsung menelan obat jangka pendek setiap hari oleh Pengawas Menelan Obat (PMO). Sejak tahun 1995, program nasional penanggulangan TB mulai melaksanakan strategi DOTS dan menerapkannya pada Puskesmas secara bertahap. Tujuan: Penelitian ini adalah mengevaluasi pengelolaan PMO terkait program Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) di wilayah Puskesmas Klirong II. Metode: Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian ini adalah PMO yang mendampingi penderita TB paru di wilayah Puskesmas Klirong II yang memenuhi kriteria sebanyak 3 orang . Metode pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Metode pengambilan data menggunakan wawancara terpimpin. Hasil Penelitian: Evaluasi Pengelolaan PMO Terkait Program Directly observed Treatment Shortcourse (DOTS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Klirong II, Kebumen, Jawa Tengah, persiapan diadakan pelatihan pokoknya setiap setahun sekali, pertemuan rutin setiap tanggal 28. Pelaksanaan PMO selalu mendampingi pada saat minum obat, PMO selalu mencatat kegiatan selama pengobatan, PMO selalu mengantar pada saat pengambilan obat dan periksa dahak, selalu mengingatkan kepada penderita kapan periksa dahak ulang. Evaluasi PMO, PMO selalu mencatat dan melaporkan setiap kali pengambilan obat, PMO mencatat sesuai alur yang diberikan oleh pemegang program dan tidak adanya penderita yang putus obat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi PMO di Puskesmas Klirong II, Kabupaten Kebumen secara umum sudah berjalan dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | TB, DOTS, PMO. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 04:46 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 04:46 |
| URI: | https:///id/eprint/4580 |
