Maria Natalia Kewa Kein, - and Ristiana Eka Ariningtyas, - (2014) GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Download (827kB)
Abstrak_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Download (239kB)
BAB I_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Download (425kB)
BAB II_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (552kB)
BAB III_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (683kB)
BAB IV_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Download (601kB)
BAB V_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Download (150kB)
Daftar Pustaka_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (375kB)
Lampiran_1311130_Maria Natalia Kewa Kein_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (880kB)
Abstract
Latar Belakang: Tahun2012 di DIY angka kematian balita mencapai 30 per 1.000 kelahiran hidup (terendah kedua secara Nasional, setelah Riau). Infeksi pada saluran napas merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat, yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak umur di bawah 5 tahun (22,30%). Adapun faktor sosio-demografi, ekonomi, dan biologi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan orang tua, penghasilan keluarga, status gizi, dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan Penelitian: Mengetahui distribusi frekuensi faktor risiko balita yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2014. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita penderita ISPA yaitu sebanyak 65 balita, sedangkan sampel sebanyak 54 balita yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat yaitu menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel yang disertai table distribusi frekuensi dan presentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan balita yang menderita ISPA banyak ditemukan umur 13-24 bulan sebanyak 16 balita (29,6%), laki-laki sebanyak 34 balita (63,0%), status gizi normal sebanyak 42 balita (77,8%), status imunisasi lengkap sebanyak 54 balita (100,0%), ASI ekslusif sebanyak 34 balita (63,0%), Berat Badan Lahir Normal sebanyak 44 balita (81,5%), tingkat ekonomi rendah sebanyak 43 balita (79,6%). Kesimpulan:Faktor risiko balita yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2014 yaitu umur dan tingkat ekonomi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Balita |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 06:05 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 06:05 |
| URI: | https:///id/eprint/4684 |
