Siti Nur Amaliya, - and Novia Ariani Dewi, - (2025) Perbandingan Efektivitas Sitikolin Dan Asam Folat Terhadap Luaran Klinis Pasien Stroke Iskemik Di RS Bethesda Yogyakarta. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (774kB)
Abstrak_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (247kB)
Bab 1_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (273kB)
Bab 2_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
Bab 3_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (310kB)
Bab 4_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (437kB)
Bab 5_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (236kB)
Daftar Pustaka_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (255kB)
Lampiran_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212205092_Siti Nur Amaliya_Farmasi.pdf
Download (203kB)
Abstract
Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi akibat penyumbatan pada arteri serebral, yang mengakibatkan gangguan neurologis. Penggunaan agen neuroprotektor seperti sitikolin dan asam folat berpotensi untuk memperbaiki kondisi pasien, namun perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas khususnya di RS Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini diperlukan untuk menentukan terapi yang lebih efektif dalam meningkatkan luaran klinis pasien stroke iskemik.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perbandingan efektivitas sitikolin dan asam folat terhadap luaran klinis pasien stroke iskemik di RS Bethesda Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien stroke iskemik yang dirawat di RS Bethesda Yogyakarta pada periode Januari 2020 - Desember 2024. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasien dan analisis bivariat untuk membandingkan efektivitas kedua terapi. Uji Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan perubahan skor GCS antara kelompok terapi sitikolin dan asam folat, sementara uji Wilcoxon Signed Rank digunakan untuk menilai perubahan skor GCS dalam masing-masing kelompok terapi.
Hasil Penelitian: Mayoritas pasien adalah laki-laki (69,1%) dan berusia ≥60 tahun (68,6%). Semua pasien memiliki komorbiditas dan mendapat terapi lain selain neuroprotektor. Skor GCS awal terbanyak berada pada rentang 14–15 dan meningkat setelah terapi di kedua kelompok. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan skor GCS pada kelompok sitikolin dan asam folat (p<0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara delta skor GCS kelompok sitikolin dan asam folat (p=0,053).
Kesimpulan: Sitikolin maupun asam folat secara signifikan meningkatkan skor GCS pasien stroke iskemik, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara keduanya dalam meningkatkan luaran klinis pasien di RS Bethesda Yogyakarta.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 04:03 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 04:03 |
| URI: | https:///id/eprint/4779 |
