Melirinda Onmai, - and Silvia Ari Agustina, - (2014) KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ABORTUS INKOMPLITUS DI RSUD WONOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL TAHUN 2013. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Download (1MB)
Abstrak_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Download (12kB)
BAB I_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Download (20kB)
BAB II_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (79kB)
BAB III_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (30kB)
BAB IV_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Download (27kB)
BAB V_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Download (14kB)
Daftar Pustaka_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
Lampiran_1311230_Melirinda Onmal_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang : Mortalitas dan mordibilitas pada wanita hamil di negara berkembang masih sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah abortus. Abortus di Indonesia sekitar 2 – 2,6 juta kasus pertahun, 30% di antaranya terjadi di Yogyakarta. Abortus inkompletus di Indonesia berkisar 10 – 15 % sedangkan di RSUD Wonosari sebesar 161 kasus abortus inkompletus.
Tujuan : Diketahui karakteristik ibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan umur, pendidikan dan pekerjaan ibu.
Metode Penelitian : Metode ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan retrospektif, pengambilan sampel dengan metode total sampling sebesar sampel 161 orang yaitu semua ibu hamil dengan abortus inkompletus di RSUD Wonosari tahun 2013. Analisa data menggunakan univariat.
Hasil Penelitian : Ibu hamil yang mengalami abortus inkompletus 161 dari 168 abortus spontan di RSUD Wonosari, ibu yang mengalami abortus inkompletus berdasarkan umur paling banyak umur > 35 tahun yaitu sebanyak 87 orang (54,04%) < 20 tahun 43 orang (26,71%) dan umur 20 - 35 tahun sebanyak 31 orang (19,25%). Berdasarkan pendidikan paling banyak pada ibu berpendidikan rendah yaitu 76 orang (47,20%) pendidikan menengah 68 orang (42,24%) dan 17 orang (10,56%) berpendidikan tinggi. Berdasarkan pekerjaan, paling banyak pada ibu yang bekerja yaitu 117 orang (72,67%) sedangkan ibu yang tidak bekerja sebanyak 44 orang (27,33%).
Kesimpulan : Distribusi abortus inkompletus di RSUD Wonosari terbanyak pada ibu dengan umur > 35 tahun, berpendidikan rendah, dan pada ibu yang bekerja. Hal ini sudah sesuai dengan teori bahwa ibu hamil dengan usia > 35 tahun, pendidikan rendah dan ibu yang bekerja tanpa istirahat yang cukup sangat rentan terhadap abortus inkompletus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Karakteristik ibu hamil, abortus inkompletus |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:34 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:34 |
| URI: | https:///id/eprint/4852 |
