Selvia Rian Nasikha, - and Atik Badi'ah, - (2014) HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAMBANGLIPURO BANTUL YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Selvia Rian Nasikha_3210002_Halaman Judul.pdf
Download (574kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_Intisari.pdf
Download (162kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_BAB I.pdf
Download (188kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (227kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_BAB IV.pdf
Download (203kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_BAB V.pdf
Download (160kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_Daftar Pustaka.pdf
Download (101kB)
Selvia Rian Nasikha_3210002_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini akan mempermudah masuknya berbagai jenis kuman pada tubuh bayi apalagi jika makanan tersebut tidak disajikan secara higienis. Hal ini dikarenakan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan mempunyai sistem imun kurang sempurna, sehingga sering terjadi gangguan pada sistem pencernaan dan bahkan proses infeksi salah satunya adalah diare. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 58 responden. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan analisis bivariabel dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment . Hasil: Pemberian makanan pendamping asi paling banyak diberikan saat bayi berusia 3-4 bulan sebanyak 37.9%. Sedangkan dari jumlah bayi yang diberikan makanan pendamping ASI sebanyak 24.1% tidak pernah mengalami diare dan sebanyak (25.9%) bayi pernah mengalami diare 1 kali, sebanyak (20.7%) bayi pernah mengalami diare 2 kali dan sebanyak (29.3%) bayi pernah mengalami diare lebih dari 2 kali. Analisa data menunjukan bahwa ada hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan (r = 0.302, p-value = 0.021). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makanan pendamping asi dengan kejadian diare. Sehingga disarankan agar petugas kesehatan lebih meningkatkan pengawasan dan pendampingan praktek pemberian makanan pendamping ASI di masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bayi, makanan pendamping asi, diare. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 16:04 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 16:04 |
| URI: | https:///id/eprint/5022 |
