Mercedes Naaharani Pohlmann, - and Ida Nursanti, - (2014) HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD WATES YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_Halaman Judul.pdf
Download (940kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_Intisari.pdf
Download (926kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_BAB I.pdf
Download (957kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (963kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_BAB IV.pdf
Download (969kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_BAB V.pdf
Download (922kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_Daftar Pustaka.pdf
Download (932kB)
Mercedes Naaharani Pohlmann_3210067_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
INTISARILatar Belakang: Penanganan primer ikterus yang direkomendasikan yang salah satunya adalah inisiasi menyusu dini. Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan bayi mulai menyusu sendiri segera lahir. Cara bayi melakukan IMD dinamakan the breast crawl atau cara merangkak mencari payudara.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan ikterus neonatorum di RSUD Wates Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cohort. Populasi penelitian adalah pasangan ibu dan bayi baru lahir di RSUD Wates Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi yang sudah baku dari departemen kesehatan. Teknik analisis untuk menguji hipotesis menggunakan Chi-Square dengan taraf signifikasi 95% dan α= 0,05.Hasil: Hasil analisis ada hubungan inisiasi menyusu dini dengan ikterus neonatorum di RSUD Wates Yogyakarta dengan (p=0,000) dan nilai koefisien contingency adalah 0,460 atau di antara 0,40—0,599. Analisis data dari 65 responden yang tidak dilakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 38 bayi (58,5%), sebagian besar responden tidak ikterus yaitu sebesar 32 (41,5%).Kesimpulan: Ada hubungan inisiasi menyusu dini dengan ikterus neonatorum di RSUD Wates Yogyakarta. Petugas kesehatan agar terus memberikan informasi dan menerapkan tentang pentingnya pemberian inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir. Hendaknya ibu dapat meningkatkan kesadaran dalam memberikan inisiasi menyusu dini dan memberikan ASI yang baik.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Inisiasi menyusu dini, ikterus neonatorum. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 02 Aug 2026 05:25 |
| Last Modified: | 02 Aug 2026 05:25 |
| URI: | https:///id/eprint/5029 |
