Laksmi Asih Solikhatun, - and Ida Nursanti, - (2014) HUBUNGAN ONSET LAKTASI DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD WATES YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_Halaman Judul.pdf
Download (715kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_Intisari.pdf
Download (701kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_BAB I.pdf
Download (723kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (777kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (743kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_BAB IV.pdf
Download (760kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_BAB V.pdf
Download (700kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_Daftar Pustaka.pdf
Download (717kB)
Laksmi Asih Solikhatun_3210080_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (879kB)
Abstract
Latar Belakang: Onset laktasi adalah masa permulaan untuk memperbanyak air susu ibu sampai air susu keluar pertama kali. Keterlambatan onset laktasi akan menghambat proses laktogenesis sehingga bayi lahir tidak akan mendapatkan kecukupan ASI pada hari-hari berikutnya. Penyakit yang muncul terkait dengan kekurangan asupan ASI adalah ikterus neonatorum. Ikterus neonatorum adalah kulit dan sklera mengalami kekuningan pada bayi baru lahir. Angka kejadian ikterus pada bayi baru lahir sekitar 60% dan lebih pada bayi prematur.Tujuan: Untuk mengetahui Mengetahui hubungan onset laktasi dengan ikterus neonatorum di RSUD Wates Yogyakarta.Metode: Metode penelitian adalah metode obsevasional dengan rancangan cohort prospektif menggunakan purposive sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 65 responden sesuai dengan kriteria inklusi an eksklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan chi-square (x2) dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara onset laktasi dengan ikterus neonataorum di RSUD Wates Yogyakarta. Analisis data dari 65 responden yang mempunyai onset laktasi cepat sebanyak 40 (61.5%), memiliki bayi dengan ikterus neonatorum sebanyak 10 bayi (15.4%), sedangkan 25 responden (38.5%) yang mempunyai onset laktasi lambat, memiliki bayi yang ikterus neonatorum sebanyak 22 bayi (33.8%), dengan p value 0.000.Kesimpulan: Ibu dengan onset laktasi lambat mempunyai resiko lebih tinggi terjadi ikterus neonatorum daripada ibu dengan onset laktasi cepat. Rekomendasi untuk ibu hamil seharusnya mempersiapkan kehamilannya dengan menjaga asupan makanan dan melakukan pijat oksitosin untuk menghindari onset laktasi lambat dan mengurangi ikterus neonatorum.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | onset laktasi, ikterus neonatorum |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 02 Aug 2026 06:12 |
| Last Modified: | 02 Aug 2026 06:12 |
| URI: | https:///id/eprint/5033 |
