Yohana Nona Ika, - and Tri Sunarsih, - (2025) HUBUNGAN STATUS SOSIAL (PENDIDIKAN, PEKERJAAN, PENDAPATAN) DENGAN PERTUMBUHAN BALITA USIA 6-59 BULAN DI KELURAHAN DEMANGREJO. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (237kB)
Abstrak_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (160kB)
BAB 1_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (142kB)
BAB 2_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
BAB 3_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (181kB)
BAB 4_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (325kB)
BAB 5_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (99kB)
Daftar Pustaka_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (170kB)
Lampiran_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Plagiarisme_212207062_Yohana Nona Ika_S1 Kebidanan.pdf
Download (9MB)
Abstract
Latar belakang: Pertumbuhan balita merupakan indikator penting untuk menilai kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks status sosial ekonomi yang mempengaruhi akses gizi, pelayanan kesehatan, dan pola asuh. Di wilayah dengan kemiskinan ekstrem seperti Kelurahan Demangrejo, masalah stunting masih menjadi perhatian serius.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara status sosial (pendidikan, pekerjaan, pendapatan) orang tua dengan pertumbuhan balita usia 6–59 bulan.
Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan teknik Quota Sampling. Sampel terdiri dari 123 responden ibu balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan diukur menggunakan indikator antropometri (BB/U, PB/U, BB/PB, IMT/U). Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rho.
Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial (pendidikan, pekerjaan, pendapatan) ibu dengan pertumbuhan balita. Nilai korelasi tertinggi terdapat pada pendidikan ibu dengan indikator BB/U (r = 0,602; p-value = 0,000). Balita yang berasal dari keluarga dengan pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, dan pendapatan rendah lebih banyak mengalami gangguan pertumbuhan, termasuk gizi buruk dan stunting.
Kesimpulan: Status sosial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan balita. Pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan yang rendah meningkatkan risiko stunting. Hasil ini menegaskan pentingnya intervensi sosial ekonomi dalam program pencegahan stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | status sosial, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pertumbuhan balita, stunting |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 28 Jun 2026 17:34 |
| Last Modified: | 28 Jun 2026 17:34 |
| URI: | https:///id/eprint/5097 |
