Friska Nurafriani, - and Ike Wuri Winahyu Sari, - (2025) Asuhan Keperawatan Pada Ny. S dengan Stroke Non Hemoragik Di Bangsal Alamanda 1 RSUD Sleman Yogyakarta. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (428kB)
Abstrak_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (230kB)
Bab 1_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (175kB)
Bab 2_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
Bab 3_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (417kB)
Bab 4_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (305kB)
Bab 5_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (229kB)
Daftar Pustaka_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (235kB)
Lampiran_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (718kB)
Plagiarisme_233203071_Friska Nurafriani_Ners.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Stroke adalah kerusakan jaringan otak akibat kurangnya suplai oksigen dalam darah. Stroke menjadi penyebab kematian sekitar 5,1 juta jiwa diseluruh dunia dan di Yogyakarta sebanyak 8.988 jiwa penduduk mengalami stroke. Gangguan mobilitas fisik adalah masalah yang sering muncul pada kasus stroke. Latihan Range Of Motion merupakan salah satu program rehabilitasi untuk mencegah komplikasi atau kecacatan jangka panjang.
Tujuan: Untuk merumuskan asuhan keperawatan pada pasien stroke di ruang alamanda I RSUD Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini adalah laporan kasus pada 1 klien usia 77 tahun dengan stroke non hemoragik, hemiparese dextra. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu resiko perfusi serebral tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, defisit nutrisi, dan defisit perawatan diri. Implementasi dilakukan dari tanggal 4 – 6 April 2024 berupa pemantauan tekanan intrakranial dan pemberian obat untuk diagnosa resiko perfusi serebral tidak efektif, latihan Range of Motion untuk diagnosa gangguan mobilitas fisik, manajemen nutrisi untuk diagnosa defisit nutrisi, serta dukungan perawatan diri mandi dan berpakaian untuk diagnosa defisit perawatan diri
Hasil: Latihan Range Of Motion terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke yang mengalami kelemahan pada anggota gerak dari 2 manjadi 3. Untuk diagnosa lain teratasi, seperti resiko perfusi serebral tidak efektif tidak terjadi dan terjadi penurunan tekanan darah dari 153/109mmHg manjadi 128/83mmHg, kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi dengan pemberian makan melalui NGT, kebersihan diri pasien meningkat dengan bantuan keluarga.
Kesimpulan: Latihan Range of Motion dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:11 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:11 |
| URI: | https:///id/eprint/5236 |
