Putri Utami Rusmanadya, - and Egi Prawita, - (2025) HUBUNGAN METACOGNITIVE BELIEF DENGAN PERILAKU CYBERCHONDRIA PADA DEWASA AWAL. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (481kB)
Abstrak_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (253kB)
Bab 1_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (316kB)
Bab 2_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
Bab 3_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (289kB)
Bab 4_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (373kB)
Bab 5_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (264kB)
Daftar Pustaka_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (246kB)
Lampiran_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_212303088_Putri Utami Rusmanadya_Psikologi.pdf
Download (6MB)
Abstract
Dewasa awal sering menggunakan internet sebagai sumber utama pencarian informasi kesehatan, yang dalam beberapa kasus dapat menimbulkan kecenderungan perilaku cyberchondria. Salah satu faktor internal yang diduga berperan adalah metacognitive belief, yaitu keyakinan individu terhadap proses berpikirnya sendiri, khususnya ketika menilai pikiran yang dianggap mengancam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara metacognitive belief dengan perilaku cyberchondria pada dewasa awal pengguna internet. Metode pengumpulan data menggunakan skala cyberchondria dari teori McElroy dan Shevlin (2014) dengan V= 0,75–0,975 dan α= 0,978. Skala metacognitive belief dari teori Wells (2009) dengan V=0,8–0,95 dan α=924. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 73 orang dengan rentang usia 18–40 tahun yang mencari informasi kesehatan di internet. Uji asumsi menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 (p>0,05), dan hubungan kedua variabel bersifat linear dengan nilai deviation from linearity p=0,109 (p>0,05). Uji hipotesis menggunakan korelasi pearson’s product moment menunjukkan nilai r=0,785 dengan p=0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis diterima. Artinya, terdapat hubungan positif signifikan yang sangat kuat antara metacognitive belief dengan cyberchondria. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi metacognitive belief yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungan mereka mengalami cyberchondria.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | metacognitive belief, cyberchondria, dewasa awal. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 06:15 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 06:15 |
| URI: | https:///id/eprint/5422 |
