Dhimas Widiantoro, - and Ida Nursanti, - (2015) HUBUNGAN PARITAS DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MELAHIRKAN DI RSUD WATES. Masters thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogykarta.
Dhimas Widiantoro_3211101_Halaman Judul.pdf
Download (609kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_Intisari.pdf
Download (382kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_BAB I.pdf
Download (303kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (499kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_BAB IV.pdf
Download (346kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_BAB V.pdf
Download (115kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_Daftar Pustaka.pdf
Download (21kB)
Dhimas Widiantoro_3211101_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar belakang: ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi selama 6 bulan tanpa ada tambahan cairan ataupun makanan lain. Faktor penyebab pemberian ASI eksklusif gagal diantaranya adalah makanan yang dikonsumsi ibu, pola istirahat, umur kehamilan, dan paritas. Paritas ibu merupakan salah satu faktor penyebab pemberian ASI eksklusif gagal karena jumlah kelahiran seorang ibu akan mempengaruhi onset laktasi pada ibu yang menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu yang melahirkan di RSUD Wates pada Tahun 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 75 responden dari RSUD Wates. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariabel dan analisis bivariabel menggunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu yang melahirkan di RSUD Wates (p-value 0,000 ≤ 0,05) dengan keeratan hubungan sebesar 0,410 (sedang). Dari 75 responden, ibu primipara 23 (30.7%) yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 10 orang, sedangkan ibu multipara 52 yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 45 orang, dengan p-value 0,000 dan nilai contingency coefficient (C) 0,410. Kesimpulan: Ibu dengan kelahiran pertama atau primipara mempunyai kemungkinan besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif. Diharapkan kepada pihak RSUD Wates sebagai unit pelayanan kesehatan untuk lebih aktif dalam program-program tentang kesehatan ibu dan anak, khususnya tentang praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja RSUD Wates.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Paritas, Praktik Pemberian ASI eksklusif. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 13:27 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 13:27 |
| URI: | https:///id/eprint/5428 |
