Sulistiarni, - and Muhamat Nofiyanto, - (2016) GAMBARAN PENATALAKSANAAN NYERI DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Masters thesis, Universitas Jendaral Achmad Yani Yogyakarta.
Sulistiarni_2212147_Halaman Judul.pdf
Download (924kB)
Sulistiarni_2212147_Intisari.pdf
Download (209kB)
Sulistiarni_2212147_BAB I.pdf
Download (241kB)
Sulistiarni_2212147_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
Sulistiarni_2212147_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
Sulistiarni_2212147_BAB IV.pdf
Download (363kB)
Sulistiarni_2212147_BAB V.pdf
Download (208kB)
Sulistiarni_2212147_Daftar Pustaka.pdf
Download (321kB)
Sulistiarni_2212147_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Nyeri merupakan suatu fenomena yang sering menjadi keluhan utama pasien di IGD namun sering kali belum tertangani dengan baik. Pengkajian dan penatalaksanaan nyeri yang tepat berdampak pada respon serta kepuasan pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran penatalaksanaan nyeri di InstalasiGawat Darurat RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental. Bentuk deskriptif non analitik pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40 responden, teknik sampling dengan convenience sampling. Data diperoleh dari observasi serta wawancara pasien. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Mayoritas pasien tergolong usialansia awal (20,0%). Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (65,0%). Pasien terdiagnosis non bedah (85,0%). Hemodinamik status terbanyak dalam rentang normal, tekanan darah pada rentang <120 dan <80 mmHg (50,0%), denyut nadi pasien terbanyak pada rentang 60 – 100x/menit (95,0%) dan respiration rate pasien paling banyak berada pada rentang 12 – 24x/menit (92,5%). Jenis nyeri terbanyak adalah nyeri akut (97,5%). Skala nyeri berat saat awal masuk sebanyak (37,5%), setelah mendapat tatalaksana nyeri berat berkurang menjadi (7,5%). Penatalaksanaan nyeri farmakologis 100 % menggunakan NSAIDs. Penatalaksanaan nonfarmakologisteknik napas dalam (42,5%). Pasien mendapat analgesik tanpa meminta (87,5%). Pemberian analgesik terbanyak tanpa menunggu keluhan (87,5%). Waktu pemberian analgesik terbanyak dalam waktu lebih dari 5 menit sebanyak 33 (82,5%). Mayoritas rentang waktu nyeri berkurang adalah dalam waktu > 10 menit (65%). Mayoritas pasien (57,5%) merasa puas terhadap tatalaksana nyeri. Kesimpulan: besar pasien nyeri di IGD RSUD Panembahan Senopati Bantul merasa puas terhadap tatalaksana nyeri meskipun dalam penatalaksanaan nyeri sendiri masih terdapat hal yang perlu dicermati.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | instalasi gawat darurat, nyeri, penatalaksanaan nyeri, kepuasan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Erna Fitri Widayati |
| Date Deposited: | 25 Jul 2026 02:38 |
| Last Modified: | 25 Jul 2026 02:38 |
| URI: | https:///id/eprint/5540 |
