Wulan Wahyuningsih, - and Egi Prawita, - (2025) HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN BODY IMAGE PADA DEWASA AWAL DI TENGAH TREN MENIKAH MUDA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (1MB)
Abstrak_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (621kB)
Bab 1_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (257kB)
Bab 2_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
Bab 3_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (296kB)
Bab 4_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (419kB)
Bab 5_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (160kB)
Daftar Pustaka_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (201kB)
Lampiran_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Plagiarisme_212303118_Wulan Wahyuningsih_Psikologi.pdf
Download (8MB)
Abstract
Latar Belakang: Permasalahan menikah muda di Indonesia menjadi isu sosial yang menarik perhatian, didukung dengan data BPS bahwa pernikahan di Indonesia terdapat 1.5 juta pada tahun 2023, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor sosial, budaya, ekonomi, serta paparan media sosial.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan body image pada dewasa awal di tengah tren menikah muda.
Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini terdapat 391 responden yaitu dewasa awal umur 19–30 tahun yang belum pernah menikah, memiliki akun media sosial, serta pernah melihat konten menikah muda. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi non-kognitif dan menggunakan skala body image dan skala FoMO. Analisis data penelitian ini dilakukan secara kuantitatif. Teknik analisa data dalam uji hipotesis menggunakan Product Moment Pearson.
Hasil Penelitian: Uji asumsi pada penelitian ini terpenuhi dengan uji normalitas pada body image menunjukkan nilai 0,107 (p>0,05), sedangkan FoMO menunjukkan nilai 0,092 (p>0,05). Uji linearitas terpenuhi 0,055 (p>0,05). Berdasarkan hasil analisis Product Moment, hipotesis diterima (sig. 0,000), yaitu terdapat hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan body image pada dewasa awal di tengah tren menikah muda.
Kesimpulan: Semakin tinggi FoMO maka semakin tinggi juga persepsi diri terhadap body image dengan kekuatan koefisien kuat (ρ=0,725). Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 52,6% terhadap body image.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Body Image, Fear of Missing Out, Tren Menikah Muda. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 06:16 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 06:16 |
| URI: | https:///id/eprint/5679 |
