Cindy Rakhmawati, - and Nendhi Wahyunia Utami, - (2025) HUBUNGAN RIWAYAT IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KARANGMOJO II KABUPATEN GUNUNG KIDUL. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (729kB)
Abstrak_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (111kB)
Bab 1_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (234kB)
Bab 2_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (370kB)
Bab 3_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (315kB)
Bab 4_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (372kB)
Bab 5_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (45kB)
Daftar Pustaka_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (188kB)
Lampiran_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Plagiarisme_212207047_Cindy Rakhmawati_S1 Kebidanan.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U). Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di Kabupaten Gunung Kidul yang prevalensinya melebihi target nasional. Imunisasi dasar berperan dalam mencegah infeksi yang berdampak pada pertumbuhan anak.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Karangmojo II Kabupaten Gunung Kidul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksplanatori dengan desain analitik observasional. Sampel sebanyak 64 balita usia 9–60 bulan dipilih dengan teknik purposive sampling Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara, dan pencatatan riwayat imunisasi pada buku KIA. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil: Sebanyak 58 balita (90,6%) mendapat imunisasi dasar lengkap, dan 6 balita (9,4%) tidak lengkap. Dari 58 balita yang imunisasinya lengkap, 50 (86,2%) mengalami stunting kategori pendek dan 8 (13,8%) sangat pendek. Sementara dari 6 balita dengan imunisasi tidak lengkap, 2 (33,3%) mengalami stunting pendek dan 4 (66,7%) sangat pendek. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara riwayat imunisasi dasar dan kejadian stunting
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang antara riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting. Balita dengan imunisasi tidak lengkap lebih berisiko mengalami stunting berat (sangat pendek). Upaya peningkatan cakupan imunisasi dasar menjadi langkah strategis dalam pencegahan stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Riwayat Imunisasi Dasar, Stunting |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:52 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:52 |
| URI: | https:///id/eprint/5913 |
