Nita Azimatul Mualifah, - and Alfie Ardiana Sari, - (2025) Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. S Umur 29 Tahun Multipara di Praktik Mandiri Bidan Nurul Apri Bantul Yogyakarta. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (305kB)
Abstrak_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (10kB)
BAB I_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (133kB)
BAB II_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
BAB III_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (140kB)
BAB IV_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (37kB)
BAB V_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (6kB)
Daftar Pustaka_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (175kB)
Lampiran_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Plagiarisme_233208050_Nita Azimatul Mualifah Profesi Bidan.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Salah satu faktor penyebab kematian ibu adalah faktor resiko tinggi, yaitu jarak anak terlalu jauh 10 tahun yang menyebabkan hipertensi dan diabetes pada kehamilan, partus lama dan perdarahan pasca persalinan. Kehamilan dengan jarak anak terlalu menyebabkan elastisitas otot dan pembuluh darahnya menurun, sehingga tekanan darah meningkat atau hipertensi. Ibu hamil dengan hipertensi beresiko mengalami oligohidramnion. Untuk mengurangi faktor resiko tinggi diperlukan asuhan berkesinambungan.
Tujuan : Memberikan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny.S umur 29 tahun multipara di PMB Nurul Apri selama hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana sesuai standar manajemen kebidanan.
Hasil : Faktor risiko tinggi jarak anak terlalu jauh 10 tahun pada kehamilan dapat terjadi hipertensi, preeklampsia dan diabetes, persalinan partus lama, nifas dapat terjadi
perdarahan dan BBL bisa dengan BBLR. Saat kunjungan Ny. S mengalami hipertensi, kemudian diberikan KIE untuk diet rendah garam dan konsumsi jus seledri serta dilakukan rujukan ke RS Griya Mahardika. Pada saat kunjungan di RS Griya Mahardika didapatkan hasil pemeriksaan mengalami oligohidramnion sehingga segera dilakukan induksi selama 10 jam dan hasilnya tidak ada kemajuan yang dilanjutkan tindakan SC. Pada nifas ditemukan keluhan nyeri pada bekas luka operasi, badan terasa pegal-pegal, dan ASI tidak lancar sehingga penulis memberikan asuhan komplementer berupa pijat
oksitosin untuk melancarkan ASI dan KIE konsumsi tinggi protein untuk mempercepat penyembuhan luka operasi. Ny. S memutuskan menggunakkan KB kalender. Pada asuhan neonatus tidak ditemukan masalah, komplementer yang diberikan pijat bayi
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan berkesinambungan dimulai dari hamil, bersalin, nifas, dan BBL serta memberikan asuhan komplementer sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 05 Jul 2026 15:54 |
| Last Modified: | 05 Jul 2026 15:54 |
| URI: | https:///id/eprint/6050 |
