Tri Wuri Nastiti, - and Dwi Yulinda, - (2016) GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI TAHUN 2015 DI PUSKESMAS SENTOLO I KULON PROGO YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Download (225kB)
Abstrak_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Download (52kB)
BAB I_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Download (80kB)
BAB II_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
BAB III_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
BAB IV_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Download (139kB)
BAB V_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Download (41kB)
Daftar Pustaka_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (35kB)
Lampiran_1113181_Tri Wuri Nastiti_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Latar Belakang: Diare merupakan suatu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian, khususnya pada bayi. Diare pada bayi merupakan faktor ketiga penyebab AKB di Indonesia. Dikatakan diare pada bayi ketika konsistensi feses menjadi lebih encer dan sering dari biasanya (3-4 kali sehari). Di DIY penderita diare di setiap tahun jumlahnya cukup tinggi. Kejadian diare tertinggi terdapat di Kabupeten Kulon Progo. Tujuan Penelitian: Diketahui gambaran kejadian diare pada bayi tahun 2015 di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo Yogyakarta. Metode Penelitian: Merupakan penelitian diskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 0-12 bulan yang menderita diare di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo tahun 2015 sebanyak 71 bayi. Metode pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Sebagian besar bayi mengalami diare usia 6-9 bulan, dan 9-12 bulan masingmasing sebanyak 28 (39,4%), berjenis kelamin laki-laki yaitu 42 (59,2%), sebagian besar tidak terdapat darah pada feses yaitu 68 (95,8%), dan tidak berlendir 63 (88,7%), konsistensi feses bayi lembek 57 (80,3%) dan sebagian besar mengalami diare tanpa dehidrasi sebanyak 66 (93%). Kesimpulan: Kejadian diare pada bayi di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo masih tinggi terjadi pada bayi berusia 6-12 bulan dan 6-9 bulan, berjenis kelamin laki-laki, konsistensi feses lembek, tidak berlendir, tidak ada darah, dan mayoritas bayi mengalami diare tanpa dehidrasi yang termasuk dalam diare akut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kejadian Diare, Bayi |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 04:21 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 04:21 |
| URI: | https:///id/eprint/6211 |
