Eka Suryani, - and Dwi Yulinda, - (2016) GAMBARAN FAKTOR RISIKO ABORTUS INKOMPLETUS. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Download (447kB)
Abstrak_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Download (107kB)
BAB I_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Download (197kB)
BAB II_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
BAB III_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (143kB)
BAB IV_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Download (205kB)
BAB V_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Download (100kB)
Daftar Pustaka_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
Lampiran_1113186_Eka Suryani_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan, WHO memperkirakan di seluruh dunia dari 46 juta kelahiran pertahun terdapat 20 juta kejadian abortus. Kejadian abortus di Kota Yogyakarta tahun 2013 sebanyak 70 kasus dan meningkat menjadi 210 kasus pada tahun 2014. Faktor risiko abortus meningkat karena umur ibu berisiko, paritas yang banyak, jarak kehamilan terlalu dekat dan riwayat abortus. Tujuan Penelitian: Diketahui gambaran faktor risiko kejadian abortus inkompletus di RSUD Yogyakarta tahun 2015. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif dengan rancangan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami abortus inkompletus di RSUD Yogyakarta tahun 2015.Teknik sampling menggunakan teknik total sampling sebanyak 149 orang. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder dengan melihat rekam medik data ibu hamil dengan abortus inkompletus menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan ibu hamil yang mengalami abortus inkompletus sebagian besar berusia antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 120 responden (80,5%), multigravida sebanyak 100 responden (67,1%), dengan jarak kehamilan < 2 tahun sebanyak 66 responden (44,3%), belum pernah mengalami abortus yaitu sebanyak 111 responden (74,5%). Kesimpulan: Ibu yang mengalami mengalami abortus inkompletus berusia antara 20-35 tahun, paritas multigravida, jarak kehamilan < 2tahun dan belum pernah mengalami abortus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Faktor Risiko, Abortus Inkompletus, Ibu Hamil. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 04:44 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 04:44 |
| URI: | https:///id/eprint/6215 |
