Ninda Rahmasari, - and Ratih Kumoro Jati, - (2016) GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA ABORTUS IMMINENS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RSUD PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2015. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Download (662kB)
Abstrak_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Download (114kB)
BAB I_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Download (227kB)
BAB II_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
BAB III_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (349kB)
BAB IV_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Download (313kB)
BAB V_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Download (111kB)
Daftar Pustaka_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19kB)
Lampiran_1113216_Ninda Rahmasari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2012 sebesar 359/100.000 kelahiran hidup. Di Indonesia kejadian abortus diperkirakan mencapai 2-2,6 juta per tahun. Kematian ibu di negara-negara berkembang dikarenakan oleh perdarahan, infeksi, gestosis, dan abortus. Abortus Imminens merupakan abortus yang mengancam namun kehamilannya masih bisa dipertahankan. Faktor risiko terjadinya abortus imminens diantaranya usia ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat abortus, dan Indeks Massa Tubuh ibu. RSUD Prambanan pada tahun 2015 memiliki angka kejadian abortus imminens sejumlah 92 kasus.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya abortus imminens diantaranya mengetahui persentase usia ibu, riwayat abortus, paritas, jarak kehamilan dan IMT ibu di RSUD Prambanan tahun 2015.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan retrospektif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prambanan Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan subyek penelitian adalah ibu hamil yang mengalami abortus imminens pada tahun 2015 dengan jumlah 92 ibu hamil.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami abortus imminens terbanyak terjadi pada usia ibu 20-35 tahun (55,4%), paritas multipara (39,1%), jarak kehamilan <2 tahun (63,0%), tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya (66,3%), dan ibu dengan IMT normal (67,4%).
Kesimpulan: Faktor risiko abortus imminens pada ibu hamil di RSUD Prambanan yang sesuai dengan penelitian sebelumnya diantaranya usia, jarak kehamilan, riwayat abortus, paritas multiparra dan IMT. Faktor risiko paritas dan jarak kehamilan <2 tahun sesuai dengan teori namun untuk IMT, riwayat abortus, dan usia tidak sesuai dengan teori.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Abortus Imminens, faktor risiko abortus usia ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat abortus, IMT ibu |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 01:31 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 01:31 |
| URI: | https:///id/eprint/6245 |
