Yonna Roudha Zaqiyah, - and Endah Puji Astuti, - (2012) HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI 24 JAM PERTAMA SETELAH LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (237kB)
Abstrak_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (21kB)
BAB I_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (30kB)
BAB II_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
BAB III_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
BAB IV_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (48kB)
BAB V_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (9kB)
Daftar Pustaka_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19kB)
Lampiran_1309052_Yonna Roudha Zaqiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Rendahnya asupan kalori atau keadaan dehidrasi berhubungan dengan proses menyusui dan dapat menimbulkan ikterus neonatorum. Pemberian ASI dapat mengurangi resiko ikterus neonatorum yang merupakan penyebab kematian atau cacat permanen pada bayi. Kejadian ikterus neonatorum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta sebanyak 3 bayi. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis hubungan frekuensi menyusui 24 jam pertama setelah lahir dengan kejadian ikterus neonatorum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Metode Penelitian: metode deskriptif analitik dengan pendekatan longitudinal prospektif. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 1-7 hari di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta dengan teknik sampel accidental sampling yaitu 41 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data dengan uji Chi-Square menggunakan program SPSS for window versi 17.0. Hasil penelitian: Sebagian besar ibu menyusui bayinya 24 jam pertama di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta sebanyak 12 kali sebanyak 13 orang (31,7%). Kejadian ikterus neonatorum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta sebanyak 3 bayi (7,3%). Hasil uji Chi-Square diperoleh hasil nilai p = 0,446. Simpulan: tidak adanya hubungan frekuensi menyusui 24 jam pertama setelah lahir dengan kejadian ikterus neonatorum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Saran: Diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat memotivasi tenaga kesehatan untuk selalu memberikan informasi kepada pasien mengenai ikterus neonatorum dan untuk mengurangi kejadian ikterus neonatorum.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikterus neonatorum, menyusui, frekuensi menyusui. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 06:13 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 06:13 |
| URI: | https:///id/eprint/6735 |
