Ruhiyah, - and Endah Puji Astuti, - (2012) HUBUNGAN INISIASI MENYUSUS DINI DENGAN KEJADIAN IKTERIK NEONTORUM DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (279kB)
Abstrak_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (50kB)
BAB I_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (56kB)
BAB II_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (104kB)
BAB III_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
BAB IV_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (77kB)
BAB V_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Download (28kB)
Daftar Pustaka_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
Lampiran_1309055_Ruhiyah_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Ikterik merupakan masalah pada bayi baru lahir yang sering dihadapi tenaga kesehatan di Indonesia terjadi sekitar 25-50%(Depkes RI, 2006).Salah satu dasar pemikiran dipilihnya penelitian ini sebagai bukti ilmiah baru yang menyatakan bahwa jika semua wanita mulai menyusu dalam satu jam setelah bayi lahir, dapat mencegah kematian satu juta bayi baru lahir. WHO dan UNICEF merekomendasikan inisiasi menyusu dini (early lact on) sebagai tindakan life saving, karena Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan (Siregar, 2003). Tujuan : Penelitian ini menganalisis hubungan inisiasi menyusu dini dengan kejadian ikterik neonatorum di puskesmas mergangsan yogyakarta. Metode :Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel menggunakan aksidental sampling. Sempel dalam penelitian ini 31 bayi. Proses pengumpulan data menggunakan cheklist.analisis data menggunakan uji chi square. Hasil :Berdasarkan hasil penelitian bayi yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini kategori ikterik sebanyak 1 (33,3%). Bayi yang melakukan inisiasi menyusu dini kategori tidak ikterik sebanyak 2 (66,7). Serta bayi yang melakukan inisiasi menyusu dini kategori iketrik sebanyak 3 (10,7%). bayi yang melakukan inisiasi menyusu dini kategori tidak iketrik sebanyak 25 (89,3%). hasil analisis dengan uji Chi Square, diperoleh nilai signifikansi 0,267 (p>0,05), nilai X2sebesar 1,234 dengan nilai Xtabeluntuk (p<5%);sebesar 3,841.(Xhitung< X tabel Kesimpulan : Tidak ada hubungan inisiasi menyusu dini dengan kejadian ikterik neonatorum di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bayi baru lahir, inisiasi menyusu dini, kejadian Ikterik. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 04:25 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 04:25 |
| URI: | https:///id/eprint/6781 |
