Agus Supriyadi, - and Sido Dea Auvia, - (2025) Pengendalian Persediaan Bahan Baku Resin Dan Kalsium Menggunakan Tiga Model Economic Order Quantity (EOQ) Probabilistik (Studi Kasus: PT Indonesia Plafon Semesta). Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (497kB)
Abstrak_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (123kB)
BAB 1_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (141kB)
BAB 2_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (274kB)
BAB 3_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (392kB)
BAB 4_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (756kB)
BAB 5_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (37kB)
Daftar Pustaka_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (161kB)
Lampiran_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (942kB)
Plagiarisme_212105001_Agus Supriyadi_Teknik Industri.pdf
Download (16MB)
Abstract
Latar Belakang: PT Indonesia Plafon Semesta masih menggunakan kebijakan stok minimum manual dalam pengendalian bahan baku resin dan kalsium. Fluktuasi permintaan dan ketidakpastian lead time pemasok menimbulkan risiko stockout maupun overstock yang meningkatkan biaya persediaan dan berpotensi menghambat produksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan memodelkan ketidakpastian permintaan dan lead time dengan Simulasi Monte Carlo, menentukan jumlah pemesanan optimal (Economic Order Quantity), safety stock (SS), dan reorder point (ROP) menggunakan pendekatan EOQ probabilistik, serta membandingkan Total Inventory Cost (TIC) antara kebijakan aktual dan usulan.
Metode: Simulasi Monte Carlo digunakan untuk membentuk distribusi probabilitas permintaan dan lead time, kemudian dihitung dengan tiga formulasi EOQ probabilistik. Data meliputi permintaan plafon PVC, konversi bahan baku, lead time, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya kekurangan stok periode Januari – Desember 2024. Akurasi
simulasi dievaluasi dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Hasil: Perbandingan menunjukkan bahwa untuk kalsium maupun resin, Rumus 1 menghasilkan service level sekitar 94–97% dengan biaya relatif lebih tinggi (Rp20,55 juta dan Rp15,47 juta). Rumus 2 memberikan hasil paling efisien karena mencapai service level 95% dengan biaya terendah (Rp19,93 juta dan Rp15,03 juta). Sementara itu, Rumus 3 menghasilkan service level sekitar 96-97% dengan biaya mendekati Rumus 1 (Rp20,33 juta dan Rp15,20 juta), serta dianggap lebih realistis karena memperhitungkan shortage.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, pemilihan model EOQ probabilistik perlu disesuaikan dengan prioritas perusahaan. Jika perusahaan mengutamakan kemudahan, maka Rumus 1 lebih tepat. Apabila efisiensi biaya yang menjadi fokus, Rumus 2 menjadi pilihan terbaik. Sedangkan Rumus 3 sesuai digunakan apabila perusahaan ingin memperoleh hasil yang lebih realistis terhadap kondisi persediaan di lapangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Industrial Engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science, Computer, and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:58 |
| URI: | https:///id/eprint/6821 |
