Angga Adit Saputra, - and Sido Dea Auvia, - (2025) Pengembangan Alat Bantu Pada Operator Proses Pemotongan Logam Untuk Mengetahui Musculoskeletal Disorder Berbasis Analisis REBA dan JSA. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
JUDUL_2121050002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (863kB)
ABSTRAK_2121050002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (207kB)
BAB 1_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (244kB)
BAB 2_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (889kB)
BAB 3_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (466kB)
BAB 4_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (2MB)
BAB 5_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (205kB)
DAFTAR PUSTAKA_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (445kB)
LAMPIRAN_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
PLAGIARISME_212105002_ANGGA ADIT SAPUTRA_TEKNIK INDUSTRI.pdf
Download (12MB)
Abstract
Latar Belakang: UMKM sektor industri pengolahan di DIY mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 110.709 unit pada tahun 2024. Namun, sebagian besar proses produksi masih mengandalkan tenaga manusia dengan postur kerja yang kurang ergonomis. Di UMKM Kerajinan Logam Muji Raharjo, pekerja menggunakan mesin cutting dalam posisi jongkok atau duduk di lantai untuk memotong material logam berukuran besar, yang
menyebabkan keluhan nyeri pada leher, bahu, lengan, dan kaki setelah bekerja delapan jam setiap hari. Kondisi ini berisiko menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan
gangguan kesehatan kerja lainnya.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan MSDs yang dialami pekerja, mengevaluasi postur kerja menggunakan metode REBA, merancang alat bantu ergonomis untuk mengurangi risiko MSDs, dan membandingkan skor REBA
sebelum dan sesudah pengembangan prototipe alat bantu.
Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan ergonomi dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk menilai postur kerja keseluruhan tubuh, kuesioner NBM (Nordic Body Map) untuk mengidentifikasi persebaran keluhan otot, dan metode JSA (Job Safety Analysis) untuk mengenali dan mengendalikan potensi bahaya. Desain alat bantu dikembangkan menggunakan prinsip ergonomi untuk meningkatan kenyamanan dan efisiensi kerja operator.
Hasil: Hasil kuesioner NBM menunjukkan keluhan MSDs pada lengan atas, pinggang, lengan bawah kanan, pergelangan tangan kanan, dan kedua lutut dengan skor 50-70 (risiko tinggi). Analisis REBA menghasilkan skor 13 (risiko sangat tinggi) pada kondisi awal. Rancangan alat bantu menggunakan metode EFD dengan konsep ENASE berupa meja setinggi 80 cm dan alat pemotong dengan lengan tuas untuk efisiensi daya ungkit. Implementasi alat bantu berhasil menurunkan skor REBA menjadi 4 (risiko rendah).
Kesimpulan: Pengembangan alat bantu ergonomis terbukti efektif mengurangi risiko MSDs dengan penurunan skor REBA dari 13 menjadi 4, sehingga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja operator pada proses pemotongan logam di UMKM.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Industrial Engineering (General) |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science, Computer, and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Mrs Tiara DP |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 08:01 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 08:01 |
| URI: | https:///id/eprint/6822 |
