Titik Dwi Lestari, - and Vivian Nanny Lia Dewi, - (2010) HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL PRIMIPARA DI BPS SRI LUMINTU SURAKARTA TAHUN 2009. Diploma thesis, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
Judul_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Download (67kB)
Abstrak_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Download (17kB)
BAB I_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Download (25kB)
BAB II_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
BAB III_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (44kB)
BAB IV_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Download (56kB)
BAB V_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Download (12kB)
Daftar Pustaka_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
Lampiran_1306080_Titik Dwi Lestari_D3 Kebidanan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
Abstract
Latar Belakang : AKI di Indonesia tergolong tinggi di mana 75% hingga 85% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan yang salah satunya adalah robekan jalan lahir. Studi pendahuluan di BPS Sri Lumintu Surakarta menunjukkan jumlah persalinan sebanyak 277, kejadian ruptur 187 (82,37%). Chapman (2006) menyebutkan bahwa salah satu penyebab ruptur adalah bayi makrosomia (>4000 gram). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal primipara di BPS Sri Lumintu Surakarta tahun 2009. Metode Penelitian : Menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Penelitian dilakukan di BPS Sri Lumintu Surakarta Oktober – Desember 2009. Populasi adalah ibu bersalin dengan kejadian ruptur perineum kurun waktu Desember 2009 berjumlah 14 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi Kendall Tau. Hasil Penelitian : Berat badan bayi lahir < 2500 gram tidak mengalami ruptur perineum 2 orang (14,3%) sedangkan berat badan bayi lahir 2.500 – 4.000 gram yang tidak mengalami ruptur perineum 1 orang (7,1%) dan yang mengalami ruptur perineum tingkat I sebanyak 1 orang (7,1%), tingkat II sebanyak 9 orang (64,3%) kemudian berat badan bayi > 4000 gram yang mengalami ruptur perineum tingkat II sebanyak 1 orang (7,1%). Nilai korelasi Kendall Tau sebesar 0,641 dengan nilai signifikansi 0,006. Kesimpulan : Ada hubungan berat badan bayi baru lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal primipara di BPS Sri Lumintu Surakarta tahun 2009. Hal itu ditunjukkan dari nilai korelasi Kendall Tau sebesar 0,641 berada pada interval koefisien 0,60 – 0,799 dan tingkat hubungannya kuat, nilai signifikansi 0,006 < 0,05 maka Ho ditolak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Berat badan bayi , derajat ruptur perineum |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics, Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Pustakawan - Unjaya |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:32 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 08:32 |
| URI: | https:///id/eprint/6908 |
